Jokowi ke Amerika Serikat pada Selasa lalu tidak disambut pejabat AS saat tiba di Pangkalan Militer Andrews. Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah mengatakan itu bukan hal yang luar biasa. Faizasyah menuturkan kunjungan Jokowi ke Washington D.C untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS, bukan kunjungan bilateral.
“Kunjungan Presiden RI ke Washington DC bukan kunjungan bilateral, namun dalam rangka hadiri ASEAN-US Special Summit,” kata Faizasyah, Kamis (12/5).
“Sangat disayangkan mengambil kesimpulan tanpa paham situasi sebenarnya,” kata Faizasyah menanggapi pemberitaan yang mempersoalkan Jokowi tak disambut pejabat AS saat tiba di Washington D.C.
Dalam aturan protokoler, kunjungan pejabat bukan untuk pertemuan bilateral seperti konferensi tidak ada penyambutan khusus dari salah satu pejabat tinggi negara tuan rumah. Tamu negara tetap mendapat pengamanan ketat sesuai protokol kenegaraan.
Jokowi dan istrinya, Iriana, disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk AS, Rosan Roeslani. Setelah menempuh kurang lebih 24 jam penerbangan dari Jakarta dengan transit di Amsterdam, Belanda, pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GIA-1 yang ditumpangi Jokowi mendarat di bandara militer Amerika Serikat, Pangkalan Militer Andrews.
Bersama pemimpin ASEAN lainnya, Jokowi akan berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan KTT Khusus ASEAN-AS atau ASEAN-US Special Summit (AUSS) selama dua hari.
Rangkaian pertemuan tersebut antara lain, pertemuan dengan anggota Kongres, pertemuan dengan para CEOs besar Amerika, pertemuan dengan Wapres AS Kamala Harris dan Tim Perubahan Iklim AS, dan pertemuan Tingkat Tinggi Pemimpin ASEAN dan Presiden Biden. Presiden menuturkan saat ini Indonesia memegang koordinator kemitraan ASEAN-AS periode 2021-2024. Indonesia berharap, KTT Khusus ini akan menghasilkan kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.
Rangkaian pertemuan tersebut antara lain, pertemuan dengan anggota Kongres, pertemuan dengan para CEOs besar Amerika, pertemuan dengan Wapres AS Kamala Harris dan Tim Perubahan Iklim AS, dan pertemuan Tingkat Tinggi Pemimpin ASEAN dan Presiden Biden.
Presiden menuturkan saat ini Indonesia memegang koordinator kemitraan ASEAN-AS periode 2021-2024. Indonesia berharap, KTT Khusus ini akan menghasilkan kerja sama yang dapat berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan.






















