• Latest
  • Trending

Mengapa Singapura Jadi Pusat Perdagangan Minyak Dunia?

Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Pertimbangannya

Prabowo Pamit, Sugiono Masuk Bursa Ketum IPSI

Usai Retreat di Magelang, Prabowo Panggil Menteri

Prabowo ke Rusia Pekan Ini, Siap Bahas Energi hingga Geopolitik dengan Putin

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Bawa 13 Orang ke Jakarta Usai OTT Bupati Tulungagung

Prabowo Pamit dari IPSI Usai 34 Tahun, Minta Maaf Pencak Silat Belum ke Olimpiade

Prabowo Pamit dari IPSI Usai 34 Tahun, Minta Maaf Pencak Silat Belum ke Olimpiade

Ahmad Sahroni: Penyerahan Rp300 Juta Strategi Tangkap KPK Gadungan

Prabowo Lobi Minyak ke Rusia Setelah Jepang-Korsel

Prabowo Lobi Minyak ke Rusia Setelah Jepang-Korsel

Persebaya Lakukan Penyesuaian di Bulan Ramadan

Ujian Berat Persebaya di GBK, Tavares Siapkan Strategi dan Mental

Ahmad Sahroni Minta Ditjen Imigrasi Perbaiki SIMKIM

Polisi Tangkap Pegawai KPK Gadungan yang Tipu Ahmad Sahroni Rp300 Juta

Legislator Nongkrong di Kantin DPR Disangka Tenaga Ahli, Begini Ceritanya

Legislator Nongkrong di Kantin DPR Disangka Tenaga Ahli, Begini Ceritanya

Empat Warga Tangerang Bawa 15,7 Kg Sabu dalam Ambulans, Ditangkap di Lampung

Empat Warga Tangerang Bawa 15,7 Kg Sabu dalam Ambulans, Ditangkap di Lampung

Rekam Jejak Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK

Rekam Jejak Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang Terjaring OTT KPK

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

Pegawai KPK Gadungan Pemeras Sahroni Diduga Beraksi Lebih dari Sekali

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mengapa Singapura Jadi Pusat Perdagangan Minyak Dunia?

by Aspek
Oktober 13, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, OPINI

Marina Bay Sands di Singapura. [Foto: Ist]

Oleh Arcadra Thahar (Pakar Perminyakan)

Sahabat IG dan FB yang berbahagia, dalam beberapa tulisan yang lalu kami sudah membahas tentang alur terbentuknya harga BBM di konsumen. Salah satu titik penting dari alur ini adalah Singapura sebagai pusat perdangangan minyak dunia (oil trading hub) atau dalam tulisan sebelumnya disebut dengan pasar energi.

Kenapa Singapura bisa menjadi tempat berkumpulnya penjual dan pembeli (trader) minyak dunia? Apakah ada perlakuan khusus pemerintah Singapura sehingga trader mau berdagang di sini? Hal-hal inilah yang kami coba bahas dalam tulisan ini.

BacaJuga

Prabowo Pamit, Sugiono Masuk Bursa Ketum IPSI

Prabowo ke Rusia Pekan Ini, Siap Bahas Energi hingga Geopolitik dengan Putin

KPK Bawa 13 Orang ke Jakarta Usai OTT Bupati Tulungagung

Prabowo Pamit dari IPSI Usai 34 Tahun, Minta Maaf Pencak Silat Belum ke Olimpiade

Ahmad Sahroni: Penyerahan Rp300 Juta Strategi Tangkap KPK Gadungan

Prabowo Lobi Minyak ke Rusia Setelah Jepang-Korsel

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kalau kita mau belajar sejarah, sebelum merdeka pada tahun 1965, Singapura sudah dipilih oleh perusahaan minyak Shell Belanda menjadi pusat distribusi BBM di Kawasan Asia. Shell membangun tempat penyimpanan (storage), pencampuran (blending) dan pengisian BBM (bunkering) untuk kapal-kapal yang lewat selat Malaka dan sekitarnya. Secara geografis letak Singapura memang sangat strategis. Kapal-kapal yang berlayar dari Eropa dengan tujuan Asia Timur akan melintasi Singapura.

Sebenarnya sebagai pusat distribusi BBM, peran sebagai penyedia storage, blending dan bunkering sudah cukup bagi Singapura untuk menarik kapal-kapal yang lewat untuk singgah. Namun, satu peran yang tercecer untuk mendaptkan nilai tambah yang optimal adalah belum adanya kilang minyak (refinery). Maka dari tahun 1961 sampai 1973 Singapura membangun lima (5) refinery sekaligus.

Untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah yang diolah oleh refinery, Singapura mendatangkannya dari negara negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Kuwait, UAE dan Qatar. Setelah diolah oleh refinery, BBM yang dihasilkan dijual ke negara-negara sekitar seperti Jepang, Hongkong, China, Australia dan Indonesia.

Pertanyaan menariknya, bagaimana Singapura bisa membangun 5 refinery dalam kurun waktu 12 tahun? Banyak faktor yang saling mendukung pada waktu itu sehingga 5 kilang dapat terbangun dengan cepat. Beberapa diantaranya berkaitan dengan kejelian Singapura dalam melihat peluang di kawasan Asia. Jepang membutuhkan BBM yang sangat besar untuk menunjang kegiatan ekonomi yang sedang booming setelah perang dunia kedua. Pasukan Amerika Serikat (AS) yang lagi bertempur dengan Vietnam membutuhkan BBM yang sangat besar. Bayangkan lebih dari 20% BBM yang dihasilkan refinery di Singapura ini dibeli oleh pasukan AS.

Apakah demand saja cukup untuk mempercepat pembangunan refinery di Singapura? Ternyata tidak. Menurut literatur yang kami pelajari, yang menjadi kunci utamanya adalah adanya insentif pajak yang diberikan negara kepada investor yang membangun kilang ini.

Apa saja insentif pajak tersebut? Negara membebaskan pajak selama 5 tahun pertama beroperasi. Pelaku usaha tentu paham dengan manfaat insentif pajak ini. Salah satunya adalah pengembalian modal akan jauh lebih cepat sehingga keekonomian projek menjadi sangat baik.

Setelah semua peran sebagai pusat distribusi BBM di Asia tercapai dan terjadi beberapa kali harga minyak yang jatuh dalam, Singapura melihat peluang lain untuk memajukan sektor energi mereka. Apa peluang itu? Membangun pusat perdagangan minyak dunia di Singapura.

Sampai pertengahan tahu 1980-an, pusat perdagangan BBM sudah terbentuk di Singapura. Namun pusat perdagangan minyak mentah (crude) masih dipegang oleh Tokyo. Dengan tingginya biaya untuk berbisnis di Tokyo waktu itu dan diperparah oleh sulitnya mendapatkan likuiditas (uang) dari Bank, maka pusat perdagangan minyak mentah perlahan berpindah ke Singapura.

Apakah cukup situasi yang kurang mendukung di Tokyo mampu membuat para trader minyak berpindah ke Singapura? Ternyata tidak. Ada beberapa hal lain yang mempercepat penyatuan dua pusat perdangangan ini.

Yang paling utama adalah campur tangan pemerintah Singapura untuk kembali memberikan insentif pajak. Apa itu? Aktivitas perdagangan minyak dan BBM hanya dikenakan pajak 10%. Dengan kebijakan ini, ditambah dengan kemudahan dan kepastian berusaha maka berbondong-bondonglah trader pindah ke Singapura. Kesulitan dalam hal likuiditas di Tokyo mampu dicarikan jalan keluarnya di Singapura.

Disini terlihat campur tangan pemerintah Singapura menjadi kunci utama dalam pembangunan sektor energi. Pemerintah jeli melihat peluang dan mengeksekusi dengan baik lewat kebijakan yang tepat. Kesuksesan kebjikan di satu sektor tergantung juga dari dukungan dari sektor lain terutama sektor keuangan dan perpajakan. Indahnya sebuah sinergi.

Dari ekosistem yang terbentuk di bidang perdagangan minyak dan BBM, lahirlah pusat perdagangan komoditi lain seperti bahan tambang dan mineral. Selanjutnya kita menjadi saksi tumbuhlah Singapura menjadi pusat industri keuangan, IT dan pendidikan.

Komentar
Share62Tweet39SendShareShare11Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Belanja di Singapura Bisa Pakai QRIS

Belanja di Singapura Bisa Pakai QRIS

Bank Indonesia (BI) akan meresmikan kerja sama sistem pembayaran berbasis QR code atau QR cross-border dengan Singapura pada 17 November...

Pertamina  Layani Banker Rendah Sulfur di Cilacap

Pertamina Ganti Nama PIS Singapore ke PIS Asia Pacific

PT Pertamina International Shipping (PIS) melakukan perubahan nama atau rebranding untuk anak usahanya yang berkedudukan di Singapura, yaitu dari PIS Singapore menjadi PIS Asia...

Singapura Negara Termahal Gaya Hidup

Laporan Julius Baer Group berjudul “Global Wealth and Lifestyle 2023”, Singapura dinyatakan sebagai negara termahal di dunia untuk gaya hidup mewah. Dengan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kejagung Telusuri Aliran Dana Kasus POME, Dua Money Changer Digeledah

Daftar 7 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Minyak Petral

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

Pegawai KPK Gadungan Pemeras Sahroni Diduga Beraksi Lebih dari Sekali

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Pertimbangannya

Prabowo Pamit, Sugiono Masuk Bursa Ketum IPSI

Usai Retreat di Magelang, Prabowo Panggil Menteri

Prabowo ke Rusia Pekan Ini, Siap Bahas Energi hingga Geopolitik dengan Putin

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Bawa 13 Orang ke Jakarta Usai OTT Bupati Tulungagung

Prabowo Pamit dari IPSI Usai 34 Tahun, Minta Maaf Pencak Silat Belum ke Olimpiade

Prabowo Pamit dari IPSI Usai 34 Tahun, Minta Maaf Pencak Silat Belum ke Olimpiade

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In