ASPEK,.ID, JAKARTA – Shell resmi melepas kepemilikan bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia dengan rampungnya proses pengalihan kepada SEFAS Group per 30 Oktober 2026.
Penyelesaian transaksi dilakukan berdasarkan perjanjian jual beli yang telah disepakati dengan SEFAS Group. Baca berita tanpa iklan.
Selanjutnya SPBU akan beroperasi melalui PT Isla Energy Indonesia, yang saat ini dimiliki oleh SEFAS Group.
Bisnis Pelumas Dipertahankan Meski kepemilikan bisnis SPBU beralih, merek Shell tetap ada di Indonesia melalui jaringan SPBU yang dikelola PT Isla Energy Indonesia.
“Berdasarkan perjanjian lisensi merek, merek Shell akan tetap digunakan di seluruh jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia dan pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi Shell,” bunyi keterangan resmi Shell Indonesia, Jumat (30/10/2026).
Pengalihan kepemilikan ini tidak hanya mencakup jaringan SPBU, tetapi juga kegiatan pasokan dan distribusi BBM serta terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.
Secara keseluruhan, transaksi tersebut mencakup sekitar 200 SPBU Shell yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah itu, lebih dari 160 SPBU merupakan milik perusahaan (company-owned).
Peralihan bisnis ini juga telah diumumkan Shell Indonesia kepada pelanggan melalui surat elektronik (e-mail) resmi pada Jumat (30/10/2026).
Dalam pengumuman tersebut, Shell menegaskan bahwa mereknya tetap akan digunakan di jaringan SPBU yang kini dikelola PT Isla Energy Indonesia.
“Meskipun terjadi pengalihan bisnis, Shell akan tetap hadir di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek,” bunyi pengumuman Shell.
Pengalihan tak termasuk bisnis pelumas Meski begitu, pengalihan bisnis SPBU ini tidak mencakup bisnis pelumas Shell yang masih terus dikembangkan di Indonesia.
Pada September 2026, Shell Indonesia telah memulai produksi di Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease Manufacturing Plant) di Indonesia. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun. Kehadiran fasilitas ini melengkapi Pabrik Pelumas (Lubricants Oil Blending Plant/LOBP) Shell yang telah beroperasi di Marunda, Bekasi. Adapun pabrik pelumas Shell di Marunda memiliki kapasitas produksi mencapai 300 juta liter per tahun.















