ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan perombakan terhadap susunan direksi PT Pos Indonesia (Persero), Kamis 24 September 2020.
Perombakan ini berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor: SK-301/MBU/09/2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia.
Dalam perombakan ini, Erick Thohir ikut mengangkat Nezar Patria untuk mengisi salah satu kursi direksi yakni sebagai Direktur Kelembagaan.
Nezar Patria merupakan putra Aceh, kelahiran Sigli, Aceh, 5 Oktober 1970. Dia mengawali karirnya sebagai seorang jurnalis.
Ia memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Filsafat, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1997. Pada akhir 1998, ia memutuskan menjadi seorang jurnalis.
Pada 2008-2011, dia menjabat Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), organisasi profesi jurnalis yang berdiri pada 1994 sebagai perlawanan komunitas pers Indonesia atas kepemimpinan mendiang Presiden Soeharto.
Nezar, sebagaimana dilansir dari laman Wikipedia, adalah salah satu dari tiga belas aktivis yang menjadi korban penculikan aktivis pada masa orde baru.
Dia bekerja menjadi wartawan di Tempo tahun 2002-2008. Ia juga pernah menjadi relawan di Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Saat ini, ia menduduki jabatan sebagai Pemimpin Redaksi The Jakarta Post dan Nezar diangkat sebagai Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia (Persero) pada 24 September 2020.
Baca juga Bidik Tabungan Rp3,5 Triliun, BTN Gandeng Pos Indonesia














