ASPEK.ID, BANDA ACEH – Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh menunjukkan tren pertumbuhan positif hingga akhir Desember 2025. Aset BSI Aceh tercatat telah mencapai Rp25,3 triliun.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan mengungkapkan, selain pertumbuhan aset, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga berada pada angka yang signifikan.
“Aset BSI Aceh per Desember 2025 saat ini kami sudah berada di angka 25,3 triliun dengan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) 20,7 triliun dan penyaluran pembiayaan di angka 23,7 triliun,” ujar Imsak kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (12/2).
Menariknya, nilai penyaluran pembiayaan tersebut bahkan telah melampaui total DPK yang dihimpun dari masyarakat Aceh. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan di daerah tersebut.
“Jadi sebagai informasi saat ini, karena penyaluran pembiayaannya sudah melebihi DPK yang terkumpul, jadi kita sudah ambil dana pihak ketiga dari luar provinsi Aceh, jadi kita ada sekitar 4 triliunan lah dari luar,” jelasnya.
Imsak menegaskan bahwa seluruh dana masyarakat Aceh yang dihimpun BSI telah kembali disalurkan dalam bentuk pembiayaan ke berbagai sektor.
“Jadi seluruh DPK yang ada di masyarakat Aceh ini sudah kami salurkan kembali dalam bentuk pembiayaan,” tegasnya. []
























