Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan sosok Erick Thohir potensial menjadi bakal cawapres dari Prabowo Subianto. Apalagi Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri BUMN itu, kata Ujang, didukung Partai Amanat Nasional yang masuk koalisi pendukung Prabowo.
“Saya, sih, melihat potensial jadi cawapres Prabowo,” kata Ujang ketika dihubungi, Ahad, 9 Oktober 2023.
Menurut Ujang, semua tokoh yang muncul untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto di Koalisi Indonesia Maju semua memiliki kans yang sama. Namun, Erick Thohir dinilai punya peluang karena didukung oleh PAN dan berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. “Memang NU, tapi di-NU-kan oleh PBNU,” kata Ujang.
Partai Amanat Nasional atau PAN tetap berkomitmen mengusung Erick Thohir sebagai bakal calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.
“Dari PAN tetap komitmen,” kata politikus PAN Guspardi Gaus saat dihubungi pada Senin, 2 Oktober 2023.
Saat ini berkembang kabar nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk dalam radar bursa bakal calon wapres untuk Prabowo. Menurut Gaus, andaikan Erick Thohir tak terpilih sebagai bakal cawapres, maka PAN tetap akan mendukung Prabowo sebagai capres di Koalisi Indonesia Maju.
Adapun Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyebut ada empat bakal calon wakil presiden yang menguat di Koalisi Indonesia Maju untuk mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
“Kami mendengar cawapres Bapak Prabowo Subianto menguat pada empat nama,” kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 9 Oktober 2023.
























