ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengatakan, perusahaannya merespon pandemi COVID-19 dengan menghadirkan sejumlah inovasi.
Hal ini dikatakan Rahmad Pribadi, dilakukan supaya mampu menjaga pertanian sebagai benteng ketahanan pangan nasional.
“Tantangan selama COVID-19 ini adalah menjaga pertanian sebagai benteng ketahanan pangan nasional. Dan sektor ini harus tangguh dalam membantu stabilitas ekonomi serta mampu menyediakan makanan sehat bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh,” kata Rahmad, dalam keterangan persnya, Jum’at (10/7).
Rahmad saat menjadi Inspektur Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Petrokimia Gresik secara virtual mengatakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya memberikan peringatan kemungkinan terjadinya krisis pangan dan bencana kelaparan akibat wabah global.
Sehingga, negara penghasil dan pengekspor produk pertanian akan cenderung membatasi kegiatan ekspor untuk menjaga stok pangan dalam negerinya.
Hal ini akan mengakibatkan supply shock yang pada akhirnya mendisrupsi rantai pasok pangan nasional. Untuk itu, Indonesia harus memperkuat sektor produksi pertanian domestic sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional. Tanpa itu, Indonesia tidak akan aman.
“Sudah menjadi tugas bersama untuk memastikan krisis pangan tidak boleh terjadi di tanah air,” ujar Rahmad.
Kendati menjalankan operasional bisnisnya di tengah wabah, lanjut Rahmad, Petrokimia Gresik membaca krisis ini ibarat pedang bermata dua yang selalu menghadirkan peluang dan tantangan.
“Terganggunya rantai pasok global memberikan peluang bagi Petrokimia Gresik untuk meningkatkan ekspor,” kata Rahmad.
Selama bulan Maret hingga Juni 2020, terjadi lonjakan ekspor untuk produk Urea, NPK, NPS dan ZK. Bahkan di bulan Maret 2020, Petrokimia Gresik mencetak rekor dengan melakukan ekspor Urea sebanyak 33.000 ton ke Meksiko.
Sehingga volume ekspor pupuk pada semester I tahun 2020 (253 ribu ton), hampir menyentuh volume ekspor sepanjang tahun 2019 (392 ribu ton).
“Ini sekaligus menjawab tantangan yang disampaikan Menteri BUMN bapak Ercik Thohir bahwa perusahaan negara harus bertransformasi menjadi perusahaan bertaraf internasional dan berdaya saing di pasar global,” terangnya.
Petrokimia pun meluncurkan inovasi terbaru, yaitu ‘Phonska OCA’ yang merupakan gabungan pupuk majemuk NPK dengan pupuk organik dalam bentuk cair, serta diperkaya mikroba.
Phonska OCA merupakan produk organik yang diproduksi sepenuhnya dengan 100 persen bahan baku dalam negeri. Disamping dapat meningkatkan produksi pertanian, juga mampu mengurangi ketergantungan pada sumber hara impor.
“Bagi Petrokimia Gresik, Phonska OCA merupakan bagian dari program transformasi untuk menandai masa depan baru bagi perusahaan dan pertanian tanah air,” ungkapnya.






















