ASPEK.ID, JAKARTA – Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA menanam bibit pohon di Embung Lok Udat, Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, Jumat (9/4/21) yang dmulai dengan penekanan sirene.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Penanaman Satu Juta Pohon secara serentak dilakukan untuk menyukseskan Revolusi Hijau Kalsel untuk mengurangi lahan kritis.
“Ini starting point. Memang targetnya 1 juta, tapi kita tidak akan berhenti hanya di 1 juta sepanjang masih ada teridentifikasi lahan kritis. Kalau sekarang sebagai gerakan moral, berikutnya kita akan kunjungi spot-spot untuk penuhi target,” kata Safrizal, Sabtu (10/4/2021).
Safrizal menuturkan, target luas penanaman se-Kalsel 32 ribu hektare per tahun yang akan dicapai dalam setahun.
Kalau tidak terpenuhi, dicapai dalam tahun-tahun berikutnya. Partisipasi semua pihak sangat diharapkan, baik perusahaan, pemerhati lingkungan, bahkan masyarakat.
Menurut Safrizal, ketersediaan bibit pohon adalah kunci sukses gerakan menanam pohon. Karenanya, selain menggratiskan pemberian bibit, ia ingin masyarakat memiliki akses mudah untuk mendapatkannya.
“Oleh karenanya, saya minta (kepada Dishut) dibuatkan link juga aplikasi untuk memperoleh bibit. Jadi, kalau masyarakat memiliki gerakan menanam sendiri, hubungi link ini untuk memperoleh bibit,” ajak Safrizal.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (LHK) pada 2018, luas lahan kritis di Kalsel 511.514 hektare. Pada 2013 yang mencapai sekitar 640.000 hektare.
























