ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu selama satu bulan atau 30 hari kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu fokus utama yang diminta Presiden adalah memastikan akurasi data penerima manfaat agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas yang digelar pada Rabu (15/7). Menurutnya, pemerintah kini memprioritaskan validasi data penerima manfaat yang selama ini menjadi dasar pelaksanaan program.
“Bapak Presiden juga memberikan waktu sebulan kepada kami untuk mempertajam lagi, misalnya soal tadi penerima manfaat supaya indikator programnya tercapai. Itu kami diminta waktu sebulan untuk meneliti kembali 63 juta sekian itu secara data, benar apa enggak,” ujar perempuan yang akrab disapa Arumsari dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Arumsari menjelaskan, evaluasi dilakukan terhadap data sekitar 63 juta penerima manfaat sesuai arahan terbaru Presiden. Meski sebelumnya pemerintah sempat menargetkan 82,9 juta penerima MBG, saat ini BGN diminta memastikan terlebih dahulu validitas data yang ada sebelum program diperluas.
“Tapi sementara memang Bapak Presiden kemarin mengatakan sudah itu dulu, yang 63 juta itu dipastikan dulu saja. Nah, itu PR-nya kepada kami,” tambah Arumsari.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan batas waktu 30 hari mulai dihitung sejak rapat terbatas yang dipimpin Presiden pada 15 Juli lalu. Targetnya, proses pembenahan sudah menunjukkan hasil sebelum memasuki Agustus.
“Mulai kemarin pada saat ratas hari Rabu ya, tanggal 15. Sampai bulan Agustus,” ujarnya kepada wartawan usai rapat.
Untuk mempercepat proses tersebut, BGN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Sebuah tim akan dibentuk guna mempercepat pembenahan tata kelola dan validasi data penerima manfaat.
“Tapi yang jelas, sudah kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Menko Pangan, kita juga membuat tim nanti. Kalau perlu kurang dari waktu itu kita segera bergerak cepat,” tambah ia.
Fokus Beralih ke Kualitas
Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S Deyang mengungkapkan pihaknya tidak lagi memprioritaskan pencapaian target 82 juta penerima Program MBG pada 2026. Keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.
Menurut Nanik, BGN memilih memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas pelaksanaan program agar manfaat yang diterima masyarakat lebih optimal dibanding sekadar mengejar jumlah penerima.
“Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini, ‘mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas.’ Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). []
















