• Latest
  • Trending

Presiden Jokowi Bukan Dibuat, Tapi Dipilih Puluhan Juta Rakyat

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Prabowo Instruksikan Pengerahan 3 Batalyon TNI dan 6 Helikopter Water Bombing di Kalbar

BRI Salurkan Rp2,4 Juta Bantuan Produktif Usaha Mikro

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Pemerintah Selidiki 4 Korporasi soal Karhutla Kalbar, Prabowo Minta Tindak Tegas

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

BNPB: 8.900 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur

Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Orang, Pengungsi Tembus 150.576 Jiwa

Prabowo Sapa Petugas yang Padamkan Karhutla di Kalimantan Barat

Prabowo Sapa Petugas yang Padamkan Karhutla di Kalimantan Barat

Setelah Terima Rp1,12 Miliar, Rektor Unsoed Diduga Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Mahasiswa Baru

KPK Bongkar Peran Guru SMA di Kasus Jalur Mandiri Unsoed

Mirza Fakhrul Sah Jadi Presiden Bangladesh, Langsung Lantik Anggota Kabinet Baru

Mirza Fakhrul Sah Jadi Presiden Bangladesh, Langsung Lantik Anggota Kabinet Baru

Eksplorasi di Blok Rokan Berbuah Hasil, Pertamina Konfirmasi Hidrokarbon di Sumur MTH-001

BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Buka Suara soal Nasib Mahasiswa yang Diduga Diperas Masuk Unsoed

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Presiden Jokowi Bukan Dibuat, Tapi Dipilih Puluhan Juta Rakyat

by REDAKSI
April 20, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, OPINI

Pernyataan Jusuf Kalla yang seolah menjadikan Joko Widodo sebagai presiden terdengar tidak rasional, bukan karena perannya nol, tapi karena klaimnya melampaui realitas politik yang bisa diuji dengan data.

Mari kita luruskan, sebelum masuk ke Pemilihan Presiden Indonesia 2014, Jokowi sudah memimpin hampir semua survei elektabilitas nasional. Bukan tipis, tapi cukup jauh.

Jokowi datang dengan modal sosial yang kuat, citra bersih, gaya komunikasi sederhana, dan kedekatan dengan publik yang tidak dimiliki banyak elite lain saat itu.

BacaJuga

Prabowo Instruksikan Pengerahan 3 Batalyon TNI dan 6 Helikopter Water Bombing di Kalbar

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Pemerintah Selidiki 4 Korporasi soal Karhutla Kalbar, Prabowo Minta Tindak Tegas

BNPB: 8.900 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur

Elektabilitasnya bukan hasil desain ruang rapat, tapi akumulasi persepsi publik selama bertahun-tahun.

Artinya sederhana, arus sudah terbentuk sebelum Jusuf Kalla masuk sebagai pasangan. JK memang menambah bobot terutama di level elite dan stabilitas koalisi. Tapi menambah bobot berbeda jauh dengan menciptakan arus atau menjadikan seseorang menjadi presiden.

Kalau klaim “menjadikan presiden” itu benar, maka logikanya harus konsisten. Faktanya, pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019, Jokowi tetap menang, bahkan dengan suara lebih besar, bahkan tanpa Jusuf Kalla di sampingnya. Ini bukan detail kecil. Ini membantah asumsi bahwa kemenangan Jokowi bergantung pada satu figur tertentu.

Seolah-olah pemilu hanyalah formalitas untuk mengesahkan keputusan yang sudah ditentukan di belakang layar.

Padahal, angka tidak pernah bohong. Lebih dari 70 juta suara di 2014, dan lebih dari 85 juta di 2019, itu bukan hasil satu orang. Itu hasil kepercayaan publik dalam skala masif.

Mengklaim peran terlalu besar dalam konteks seperti ini bukan sekadar soal ego politik. Ini soal cara membaca demokrasi. Ketika kontribusi diangkat menjadi klaim kepemilikan, yang direduksi bukan hanya fakta, tapi juga posisi rakyat sebagai penentu utama.

Prinsip dasar demokrasi modern jelas, legitimasi politik berasal dari suara rakyat yang terakumulasi dalam pemilu yang bebas dan kompetitif. Tidak ada satu individu yang cukup kuat untuk “menjadikan” presiden tanpa dukungan elektoral yang nyata.

Kalimatnya bisa dibuat sederhana, Jokowi bukan “dibuat”. Ia dipilih. Dan dalam demokrasi, itu perbedaan yang tidak bisa dinegosiasikan.

Pada akhirnya, kemenangan dalam demokrasi bukan hasil satu tangan, melainkan akumulasi kepercayaan jutaan orang. Elektabilitas bukan sekadar angka, ia adalah cerminan kehendak publik. Dan di situlah letak pembeda antara “mendukung kemenangan” dan “mengklaim menciptakan kemenangan.”

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Prabowo Instruksikan Pengerahan 3 Batalyon TNI dan 6 Helikopter Water Bombing di Kalbar

  ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat singkat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar),...

BRI Salurkan Rp2,4 Juta Bantuan Produktif Usaha Mikro

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

ASPEK.ID, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas A.M. Djiwandono, mengingatkan para wirausahawan muda untuk tetap mempertahankan karakter budaya...

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

Kasal: Asap Karhutla di Kalsel Tak Separah yang Ramai di Media Sosial

ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menilai kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In