• Latest
  • Trending

Prof. Hammam Riza:  Workshop UNESCO di USK Langkah Strategis Mempersiapkan RI Mengadopsi AI

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-Gibran: 75 Persen Warga Stres

Menteri Trenggono Resmi Larang Ekspor Benih Lobster

Indonesia Stop Ekspor Benih Lobster

Politikus PSI Sebut Rocky Gerung Pamer Kebodohan Bilang Lembaga Survei  Lembaga Tipu-tipu

Rocky Gerung Langgar Batas Etik Kelembagaan Wantimpres

Ketegangan Memuncak, Pasukan AS Kembali Lancarkan Serangan ke Iran

RI Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Tinggalkan KPK, Rossa Purbo Bekti Kini Jadi Kapolres Bangkalan

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Myanmar

Amran: 82% Kebutuhan Susu Masih Impor

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Senin 12 Oktober 2026 Naik, Segini Rinciannya

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

Gunung Anak Krakatau Timbulkan 68 Kali Gempa

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Menkeu Suahasil: DJBC Sita 353 Kg Emas Ilegal Sepanjang 2026

1,6 Miliar Warga Dunia Nonton WSBK Sirkuit Mandalika

Nasib MotoGP Mandalika hingga 2031 Ada di Tangan Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Menguat di Awal Pekan, Dibuka di Level 6.109

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Prof. Hammam Riza:  Workshop UNESCO di USK Langkah Strategis Mempersiapkan RI Mengadopsi AI

by Aspek
Juli 12, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, TEKNOLOGI

Banda Aceh –  Departemen Informatika FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah Workshop Konsultatif UNESCO mengenai Metodologi Penilaian Kesiapan AI atau Readiness Assessment Methodology Artificial Intelligent (RAM AI) di Indonesia. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara UNESCO, KOMINFO, USK, dan KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial).

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa USK berkomitmen untuk menjadi bagian dari perkembangan teknologi di Indonesia.

BacaJuga

2 Tahun Prabowo-Gibran: 75 Persen Warga Stres

Indonesia Stop Ekspor Benih Lobster

Rocky Gerung Langgar Batas Etik Kelembagaan Wantimpres

RI Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh

Tinggalkan KPK, Rossa Purbo Bekti Kini Jadi Kapolres Bangkalan

Amran: 82% Kebutuhan Susu Masih Impor

“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah acara penting ini yang berfokus pada etika dan tata kelola AI yang metodologi pengukuran kesiapan penerapan teknologi AI dikembangkan oleh UNESCO.”

Marwan menuturkan AI telah menjadi salah satu teknologi terdepan yang membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan dan industri. Potensi AI untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing semakin diakui berbagai negara di dunia. Namun, untuk dapat memanfaatkan potensi AI tersebut secara maksimal, diperlukan kesiapan yang matang dalam hal infrastruktur, sumber daya manusia, dan strategi implementasi, ungkap Rektor.

“Metodologi Penilaian Kesiapan AI adalah sebuah pendekatan yang dapat membantu kita menilai kesiapan untuk mengadopsi teknologi AI”, tutupnya.

Presiden KORIKA, Prof. Hammam Riza menambahkan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan Indonesia dalam mengadopsi AI.

“Kami berharap dapat mengumpulkan wawasan yang kaya dari berbagai pihak untuk menyusun strategi nasional yang komprehensif.” Prof. Hamman juga menyambut baik penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara KORIKA dan FMIPA USK, serta Implementation Agreement (IA) anatara KORIKA dengan Departemen Informatika USK.

“Kami berharap kerjasama ini dapat memperkuat kerjasama dalam penelitian dan pengembangan AI di Indonesia,” tutup Prof. Hammam.

Dekan FMIPA USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, yang juga pakar di bidang AI menyampaikan bahwa kecerdasan buatan yang berkembang dengan begitu pesat memerlukan kesiapan yang matang dalam berbagai hal, termasuk sumber daya manusianya (talenta). Dalam kontek penyiapan talenta AI, sejak tahun 2019, Departemen Informatika mempersiapkan talenta AI dengan menyiapkan pembukaan Program Studi Magister Kecerdasan Buatan. Melalui Projek Erasmus+, bersama mitra dari Eropa dan konsorsium beberapa Perguruan Tinggi di Asia. Pada tahun 2021, lahir Program S2 Kecerdasan Buatan. Saat ini Program S2 tersebut telah meluluskan beberapa orang lulusan dengan capaian yang luar biasa.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, B.HSc M.A, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Dengan adanya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta, kita dapat memastikan bahwa perkembangan AI di Indonesia berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip etika dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Workshop diisi oleh tiga pemateri utama Undral Ganbaatar dari UNESCO yang membahas Rekomendasi UNESCO tentang Etika dan RAM AI, Aries Kusdaryono dari Kemenkominfo yang memaparkan Strategi dan Implementasi Tata Kelola AI di Indonesia, serta Adya Danaditya dari KORIKA yang menguraikan topik Penerapan RAM dan Aplikasi AI Dalam Kehidupan Nyata.

Workshop ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan peserta dalam pengisian kuesioner dan diskusi mendalam tentang “Hukum, Regulasi dan Efek Sosial Budaya dari AI” dan “Bagaimana Adopsi dan Investasi AI dalam Pendidikan, Penelitian dan Infrastruktur”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif yang akan digunakan dalam laporan penilaian kesiapan AI di Indonesia oleh UNESCO.

Komentar
Share41Tweet26SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

  ASPEK.ID, JAKARTA - Laporan McKinsey Global Institute yang dirilis pada 29 September 2026 memperkirakan sekitar 36 juta pekerjaan, atau...

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

ASPEK.ID, AMERIKA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva menuturkan perekonomian global saat ini tengah dihadapkan pada tiga...

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Penggunaan kecerdasan buatan (AI) ternyata tidak hanya membutuhkan listrik dan daya komputasi.  Di balik jawaban yang...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In