ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) saat ini sedang fokus untuk mengembangkan dan mengenalkan produk-produk non urea, seperti jenis NPK.
Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana menjelaskan bahwa perseroan menambah kapasitas produksi dengan menambah pabrik NPK, yakni di Aceh melalui Pupuk Iskandar Muda dan di Palembang melalui Pupuk Sriwijaya.
“Kita ada pembangunan pabrik-pabrik NPK. Saat ini yang sedang dibangun di Aceh, kemudian yang baru selesai pembangunannya di Pupuk Sriwijaya Palembang,” kata Wijaya di Jakarta, Rabu (18/3).
Untuk pabrik NPK milik Pupuk Sriwijaya Palembang memiliki kapasitas 200.000 ton. Pabrik tersebut telah selesai pembangunannya dan dilakukan serah terima pabrik pada Februari 2020.
Kemudian, pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda akan memiliki kapasitas sebesar 500.000 ton. Hingga Februari 2020, realisasi pembangunan pabrik tersebut mencapai 24,47 persen, dari rencana sebesar 24,40 persen.
“Pabrik di Aceh baru mulai pembangunan sekitar Mei-Juni tahun lalu, rencana selesai di tahun 2021,” jelasnya.
Fokus perusahaan selain pada NPK dikatakan Wijaya juga pada produk-produk non urea lainnya, seperti pestisida dan pupuk hayati Ecovert untuk memperbaiki struktur tanah.
“Urea itu kalau melihatnya dunia, sudah banyak sekali atau ‘over supply’, sehingga pengembangan perusahaan ke depan tidak mungkin ke urea lagi, salah satunya ke NPK,” imbuhnya.
Profil PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) adalah perusahaan induk BUMN bidang pupuk. Perusahaan ini dulu bernama PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) yang merupakan perusahaan pupuk berbasis di Palembang, Sumatra Selatan dan perubahan nama disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM No. AHU-17695.AH.01.02 Tahun 2012.
Pada 2012, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No AHU-17695.AH.01.02.Tahun 2012, PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berganti nama menjadi PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).
Beberapa anak perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi pupuk adalah: PT Pupuk Sriwijaya, PT Pupuk Kalimantan, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT ASEAN Aceh Fertilizer.
Adapun anak perusahaan yang bergerak dalam bidang selain produksi pupuk adalah PT Mega Eltra, PT Rekayasa, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan.
























