• Latest
  • Trending
Soal Resesi di Indonesia, Tunggu Pengumuman BPS

Rahasia RI Selamat dari Resesi

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Semua Bandara InJourney Kembali Beroperasi Usai Erupsi Anak Krakatau

Theodore Leeming Bawa Semangat Timnas ke Persis Solo

Theodore Leeming Bawa Semangat Timnas ke Persis Solo

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

Otorita IKN Ajukan Tambahan Rp 15,8 Triliun untuk IKN 2027, Menkeu Purbaya Buka Suara

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

Danantara Bakal Pegang Saham BEI

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Menkeu: Utang Whoosh Dicicil Selama 80 Tahun

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Purbaya: Ada Rp 100 Triliun Uang Pemda tidak Terpakai

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Demokrat: Semeru Meletus Tanpa Peringatan Dini; Panggil Menteri ESDM

Daftar 11 Gunung Api yang Erupsi Selama 2026

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Erupsi Anak Krakatau Bisa Bikin Maskapai Rugi hingga Rp19 Miliar Sehari

Pemerintah Buka Rekrutmen 250 Ribu Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

Pemerintah Buka Rekrutmen 250 Ribu Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, September 10, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Rahasia RI Selamat dari Resesi

by Aspek
Oktober 20, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Soal Resesi di Indonesia, Tunggu Pengumuman BPS

Ilustrasi.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkap faktor yang menjadi ‘penyelamat’ dari tekanan global yang membuat Indonesia terhindar dari jeratan resesi. Pandemi Covid-19 yang telah berjalan tiga tahun memberikan pelajaran besar bagi perekonomian, bahwa interkonektivitas atau globalisasi memiliki sisi rapuh yang dapat menjadi ancaman.

Di sisi lain, kurang kompetitifnya perekonomian Indonesia membawa dampak positif.   Selama ini interdependensi atau ketergantungan antara ekonomi satu negara dengan negara lain dianggap sebagai keniscayaan.  Pandemi Covid-19 mengajarkan hal baru bahwa keterkaitan itu bisa terganggu oleh banyak faktor.

BacaJuga

Semua Bandara InJourney Kembali Beroperasi Usai Erupsi Anak Krakatau

Theodore Leeming Bawa Semangat Timnas ke Persis Solo

Otorita IKN Ajukan Tambahan Rp 15,8 Triliun untuk IKN 2027, Menkeu Purbaya Buka Suara

Danantara Bakal Pegang Saham BEI

Menkeu: Utang Whoosh Dicicil Selama 80 Tahun

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Pada 2020, ketika Covid-19 menyebar China menerapkan lockdown yang membuat pergerakan manusia dan logistik berhenti. Sebagai basis produksi global, banyak jenis barang yang tidak bisa keluar dari China sehingga terjadi kekurangan pasokan secara global, seperti chip semi konduktor. Tidak berjalan  pengiriman barang membuat banyak kapal yang tertahan di China.

Indonesia terkena imbasnya karena ketersediaan semakin sulit, sehingga ekspor tidak bisa dilakukan, alhasil terjadi penumpukan stok karena perdagangan tidak berjalan, biaya pengiriman pun melonjak tajam.

“Orang bilang, wah, interdependensi ini sesuatu yang membahayakan juga dong kalau terjadi shock… Kondisi ini membuat orang melihat bahwa globalisasi punya sisi rapuh. Kalau terjadi perang, pandemi, kemudian sebuah negara tidak bisa diakses, maka [ekonomi] global akan kena,” ujarnya dikutip dari bisnis, Rabu (19/10/2022).

Chatib menjelaskan negara yang sangat bergantung kepada ekonomi global akan menerima dampak paling besar ketika guncangan seperti saat ini muncul. Oleh karena itu, dia sangat meyakini bahwa pada tahun depan Singapura akan mengalami resesi. Singapura mencatatkan kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga 200 persen.

Pelemahan ekonomi global akan membebani perdagangan, ekspor Singapura akan terhambat dan perekonomiannya melambat sehingga terjadilah resesi, seperti pada 2020. Ketika Singapura mengalami resesi pada 2020, pertumbuhan ekonominya anjlok menjadi negatif 13 persen.

Selama pandemi Covid-19 pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 2,1 persen, Chatib menjelaskan bahwa rendahnya porsi ekspor terhadap PDB yang menjadi ‘penyelamat’ Indonesia dari tekanan eksternal itu.

Menurut Chatib, keamanan yang tercipta itu sebenarnya bukan sesuatu yang secara sengaja dibentuk atau diciptakan untuk perekonomian Indonesia. Ketidakmampuan Indonesia dalam mendongkrak kontribusinya dalam ekonomi global secara maksimal yang membuat negeri ini relatif tidak terlalu terpapar oleh tekanan eksternal saat ini.

 “Jadi, pada waktu periode pandemi ketergantungan kita ke luar itu relatif kecil. Saya terus terang saja, apakah itu memang rencana kita? Enggak, kita inginnya kayak Singapura. Namun, berbagai hal yang kita lakukan yang kurang baik membuat kita tidak kompetitif seperti Singapura. Justru karena itu kita beruntung karena dampak dari resesi global itu relatif terbatas,” ujarnya

Negara seperti Singapura akan terpuruk ketika ekonomi global melambat, tetapi tumbuh sangat cepat ketika ekonomi global membaik. Contohnya pada 2021—2022 ketika Singapura tumbuh di atas 7 persen, bahkan beberapa negara tumbuh 11—13 persen.

Sementara Indonesia memang mencatatkan pertumbuhan pada 2021 dan 2022, tetapi bergerak di kisaran 5 persen. Dede menyebut bahwa itu merupakan gambaran pengaruh dari minimnya peran Indonesia dalam integrasi ekonomi global, dia tidak tertekan ketika ekonomi global melambat, tetapi juga tidak melesat ketika global pulih cepat.

“Ini sesuatu yang politically enggak correct, saya mau coba bicara dalam bahasa paling gampang. Cara yang paling baik untuk menghindari perceraian itu adalah tidak menikah, itu 100 persen guaranteed. Cara terbaik untuk tidak terpengaruh pada efek global adalah anda tidak terintegrasi, itu analoginya sama,”  pungkasnya.

Komentar
Share18Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Mizuno Tertarik Biayai 70 Pelabuhan Pertamina

Resesi Ekonomi Jepang Berpotensi Untungkan RI

Resesi ekonomi di Jepang dinilai tidak akan memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian Indonesia, justru menjadi peluang. Analis Senior Indonesia Strategic...

Cadangan Devisa USD138 M, Ekonomi RI Segera Pulih

3 PR Besar Presiden Selanjutnya  di Bidang Ekonomi

Ekonom Senior Chatib Basri menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus dipercepat dengan laju di atas 6% untuk bisa menjadi negara...

Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19

Jokowi resmi mengumumkan pencabutan status pandemi COVID-19 atau Corona. Indonesia kini memasuki masa endemi COVID-19. Pengumuman itu disampaikan Jokowi dalam...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In