ASPEK.ID, JAKARTA – PT Taspen (Persero) resmi menunjuk Billy Mambrasar sebagai anggota Komite Dewan Komisaris. Penugasan tersebut efektif berlaku mulai 1 Februari 2026.
Dalam struktur barunya, Billy Mambrasar akan melaporkan pelaksanaan tugas dan kinerja secara langsung kepada Komisaris Utama PT Taspen, Fary Francis. Penunjukan ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan di tengah agenda transformasi berkelanjutan BUMN.
Pada perannya tersebut, Billy akan berfokus pada penguatan Human Capital dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus mendorong percepatan transformasi bisnis agar PT Taspen semakin modern, berdaya saing, dan berorientasi global. Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi BUMN serta peningkatan kualitas layanan bagi seluruh peserta Taspen di Indonesia.
Komisaris Utama PT Taspen, Fary Francis, menegaskan bahwa pengangkatan Billy Mambrasar mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kepemimpinan profesional dengan pengalaman internasional dan lintas sektor.
“Penguatan sisi Human Capital dan transformasi bisnis menjadi kunci masa depan PT Taspen. Pengalaman Saudara Billy Mambrasar pada banyak lintas sektor seperti investasi, korporasi global, dan pemerintahan menjadi nilai strategis bagi PT TASPEN,” ujar Fary Francis, Sabtu (31/1).
Billy Mambrasar menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda transformasi perusahaan.
“Terima kasih atas kepercayaannya bagi seluruh jajaran komisaris PT TASPEN, Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan transformasi Human Capital dan transformasi bisnis PT Taspen berjalan secara berkelanjutan serta berdampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kepada ASN dan para pensiunan,” tegas Billy.
Rekam Jejak dan Latar Belakang
Billy Mambrasar dikenal memiliki rekam jejak kuat di sektor swasta, pemerintahan, dan akademik. Ia pernah berkarier di perusahaan migas asal Inggris, BP (British Petroleum), dan terlibat langsung dalam pengelolaan proyek strategis dengan nilai investasi mencapai USD 8 miliar.
Saat ini, Billy juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, dengan fokus membantu peningkatan arus investasi domestik dan asing guna memperkuat iklim investasi nasional.
Di tingkat nasional, Billy pernah dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden RI Bidang Inovasi pada periode 2019–2024 di era Presiden Joko Widodo. Pada pemerintahan saat ini, ia kembali mendapat mandat sebagai Komite Eksekutif Presiden RI sejak 2025.
Selain itu, Billy aktif di bidang riset ekonomi. Sejak 2025, ia tercatat sebagai peneliti di Pusat Kajian Daya Saing ASEAN, Politeknik Negeri Batam, dengan fokus kajian pada daya saing ekonomi, investasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Dari sisi akademik, Billy memiliki latar belakang multidisipliner. Ia meraih dua gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan University of London, serta dua gelar magister dari Australian National University (Administrasi Bisnis – International Business) dan Harvard University (Psikologi Pembangunan Manusia).
Penunjukan ini juga mencatatkan sejarah tersendiri, di mana Billy Mambrasar menjadi putra Papua pertama yang menduduki posisi Komite Dewan Komisaris di perusahaan BUMN. []
























