• Latest
  • Trending
Dirut Garuda Kemungkinan Besar ‘Diimpor’, Komisaris Ada Penyegaran

Restrukturisasi Garuda Dibayangi Utang Masa Lalu

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Anggota DPR Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional, Kerugian Rp 50 T

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ Padamkan Karhutla

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 100 Orang, 1.603 Luka-luka

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Koreksi Desain IKN, Prabowo Fokus Ketahanan Lingkungan dan Bencana

Mensesneg Klaim Karhutla 4 Provinsi di Pulau Sumatra Sudah Terkendali

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes Budi Masuk Calon Dirjen WHO 2027

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pelaku UMKM Berbasis Sawit Diajak ke Pasar Global

Tunjangan Khusus Pegawai PPATK Naik hingga Rp47,5 Juta

PPATK Tidak Blokir Rekening Donasi Demo Pati ke Jakarta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Restrukturisasi Garuda Dibayangi Utang Masa Lalu

by Aspek
September 22, 2021
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, BUMN, NEWS
Dirut Garuda Kemungkinan Besar ‘Diimpor’, Komisaris Ada Penyegaran

Ilustrasi maskapai Garuda Indonesia. [Foto: Destinasian.co.id]

Pemerhati penerbangan Alvin Lie menjelaskan  beban utang masa lalu yang ditanggung oleh PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tak dapat dihapus dengan mengembalikan dan menegosiasikan puluhan pesawat kepada para lessor.  Dari rencana restrukturisasi yang telah disampaikan  ke lessor, Garuda mendorong anak usahanya Citilink mengoperasikan lebih banyak pesawat.  Secara perlahan, lanjutnya, kapasitas bisnis yang dimiliki oleh Garuda bakal menyusut.

Menurutnya, langkah mengembalikan pesawat yang ditempuh oleh Garuda saat ini hanya dapat menghentikan beban keuangan masa depan tetapi tidak untuk beban utang masa lalu. Kelancaran pembayaran utang tersebut menjadi bergantung kepada kapasitas penghasilan yang dimiliki.

 “Tapi kalau dengan semakin sedikit pesawat dioperasikan, makin sedikit rute dilayani, semakin kecil penghasilan. Lessor dan kreditur jugaakanmenanyakan berapa lama pengembalian atau pelunasan hutang-hutangnya. Jadi, ini masih merupakan tantangan tersendiri enggak hanya Garuda tapi juga pemilik dari Garuda,”  sebutnya, Selasa (21/9/2021).

BacaJuga

Anggota DPR Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional, Kerugian Rp 50 T

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ Padamkan Karhutla

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 100 Orang, 1.603 Luka-luka

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Mensesneg Klaim Karhutla 4 Provinsi di Pulau Sumatra Sudah Terkendali

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

Alvin berpendapat pemilik saham harus terlibat setidaknya menalangi pembayaran. Minimal, katanya, pada tahap awal agar hutang Garuda lancar. Tanpa jaminan pembayaran hutang berjalan lancar, dia berpendapat proposal restrukturisasi akan sulit diterima oleh lessor dan kreditur.

“Kalau gagal restrukturisasi ya kemungkinan PKPU jalan gugatan kepailitan. Apakah PKPU akan berhasil ini tantangan besar. Garuda nggak mungkin dibiarkan sendirian. Paling nggak ada yang membantu menyuntikkan dana segar dan membayar tunggakan agar kewajiban Garuda menjadi lancar bukan tertunda lagi,”  jelasnya.

Ketua Masyarakat Hukum Udara Andre Rahadian memprediksikan Garuda akan lebih berkonsentrasi ke pasar domestik dan regional dari jenis pesawat yang dikembalikan kepada lessor dan yang dipilih untuk tetap dioperasikan.

“Kami melihat akan adanya Garuda yang lebih kecil dan akan bersaing di level domestik dan regional,”  ucapnya.

Kondisi global aviasi saat ini membuat leverage dari operator yang hendak mengembalikan pesawat menjadi lebih mudah. Tetap ada konsekuensi biaya yang dibayar dengan negosiasi dan pembayaran penalti.

Dia berpendapat hutang sewa pesawat yang ditanggung oleh maskapai Garuda masih memungkinkan untuk direstrukturisasi tetapi juga akan bergantung kepada proposal yang saat ini diajukan oleh Garuda dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Keberhasilan proposal restrukturisasi yang ditawarkan, tekannya, harus melibatkan cicilan atau jaminan penggunaan pesawat kedepannya.

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dony Oskaria: BUMN Karya: Utang Banyak, Anak Usaha Bermasalah

Dony Oskaria: BUMN Karya: Utang Banyak, Anak Usaha Bermasalah

    ASPEK.ID, JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menyatakan restrukturisasi...

Dua Pesawat Garuda Hampir ‘Crash’ di Bandara Soetta

Garuda Jelaskan Alasan Direktur Niaga Garuda Diberhentikan

    ASPEK.ID, JAKARTA  - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjelaskan pemberhentian sementara Direktur Niaga merupakan bagian dari dinamika...

Demi Jaga Daya Beli Jepang Potong Pajak Makanan Jadi 1 persen

Lebih dari 1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut, Sisakan Utang Rp26,4 T

      ASPEK.ID, TOKYO -- Sebanyak 1.028 perusahaan bangkrut dengan meninggalkan utang 236,6 miliar yen atau sekitar Rp26,4 triliun...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In