ASPEK.ID, JAKARTA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengganti logo partainya menjadi lambang singa sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Logo baru tetap didominasi warna oranye dan dilengkapi huruf “H” di bagian bawah gambar singa.
Sebelumnya, logo Hanura hanya menampilkan tulisan “HANURA” sebagai identitas partai.
Ketua Tim Satgas Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan perubahan logo dilakukan agar identitas partai lebih mudah dikenali masyarakat.
“Dulu, ketika orang ditanya apa lambang Hanura, mungkin cukup sulit menjelaskannya. Tetapi hari ini kita memiliki lambang baru berupa gambar singa,” kata Rio saat dihubungi, Senin (24/8/2026).
Rio berharap logo baru membawa semangat baru bagi seluruh kader Hanura. Dia juga meminta seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, segera menggunakan logo tersebut dalam berbagai atribut dan dokumen kepartaian.
“Lambang baru ini harus memberikan semangat baru bagi Partai Hanura. Karena itu, kalau SK PAC yang lama masih menggunakan lambang Hanura yang lama, ke depan gunakan lambang yang baru,” ujarnya.
Menurut Rio, logo baru Hanura akan diumumkan secara resmi setelah proses konsolidasi partai di seluruh daerah rampung. Konsolidasi itu ditargetkan berlangsung hingga awal 2027.
“Akan kami sampaikan mungkin pada awal tahun depan untuk mempersiapkan konsolidasi lebih lanjut dari Hanura ini,” katanya.
Rio menilai penggantian logo juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pengenalan partai kepada masyarakat. Dia ingin Hanura dikenal bukan hanya melalui para calon legislatif, tetapi juga lewat simbol partainya.
“Ketika masyarakat ditanya apakah mereka mengenal Partai Hanura, mereka tidak hanya mengenal calegnya, tetapi juga mengenal partainya melalui lambang yang mereka lihat di lingkungan sekitar,” ujar Rio.
Ia menambahkan, perubahan identitas visual tersebut merupakan bagian dari strategi political marketing untuk memperkuat citra Hanura menjelang kontestasi politik mendatang.
“Politik juga berkaitan dengan marketing. Ada yang namanya political marketing. Karena itu, kita harus mampu memasarkan partai ini dengan baik,” imbuh mantan politikus Partai NasDem tersebut. []
















