• Latest
  • Trending

RI Belum Swasembada Garam, Ini Penyebabnya

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Jenderal AS Dorong Trump Akhiri Perang dengan Iran

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

Wamen Stella: Lulusan Vokasi Lebih Cepat Dapat Kerja Daripada S1

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

OJK: Dana Asing Masuk ke Pinjol Rp 17 Triliun

Awasi Penerapan Digital ID, Nezar Patria: Lindungi Konsumen dan Pengguna Layanan

Nezar Patria: 3 Strategis Dosen Hadapi AI Generatif

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Ubah Uang Rusak jadi Medali

Telkom Bukukan Pendapatan Positif Rp75,3 Triliun di Paruh Pertama 2024

Telkom Pangkas 34 Entitas Usaha

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Sebut Dua Mentornya dalam Menjalankan Pemerintahan

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Prabowo: Pendapatan Danantara Naik 400 Persen

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Hashim Dorong FORMAS Awasi MBG di Seluruh Indonesia

Anak Usaha Waskita Karya Restrukturisasi Utang Rp4 Triliun

Pemerintah Dorong Waskita Karya Jadi Operator Tol

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

RI Belum Swasembada Garam, Ini Penyebabnya

by Aspek
Maret 11, 2021
in EKONOMI

ASPEK.ID. JAKARTA – Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanudin mengatakan kebutuhan garam industri meningkat, sehingga sulit untuk swasembada.

Konsumsi garam Indonesia semakin meningkat, khususnya dari industri, sehingga program target swasembada garam dipastikan tidak akan terjadi pada 2022.

“Kalau bisa bicara garam industri kita tidak bisa swasembada kalau garam konsumsi [industri tinggi],” kata Safri dalam diskusi online, Rabu (10/3/2021).

BacaJuga

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Sudah 86 Persen

Rosan: Danantara Ditawarkan Kelola Bersama Bandara Madinah

Prabowo Masih Cari Calon Gubernur BI Baru, Banyak Nama Masuk Daftar

Jamaah Haji RI Habiskan Rp 4,25 Triliun untuk Beli Oleh-oleh di Arab

Rosan: RI-Arab Saudi Teken MoU Investasi

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

“Dari laporan Kementerian Perindustrian, investasi yang menggunakan raw material garam untuk produksi semakin banyak. Semua produksinya kalau dia naik, kebutuhan garam juga meningkat. Tadi kalau berpatokan 5 tahun lalu kita sudah bisa swasembada. Tapi saat ini produksi naik tidak bisa,” tambah Safri.

Safri mengatakan kebutuhan garam industri pada 5 tahun lalu hanya 2 juta ton, sementara sekarang berada di angka 3 – 4 juta ton, sehingga kebutuhan garam industri tidak bisa dihindari.

Selain itu produksi garam nasional juga masih terkendala oleh iklim yang fluktuasi. Sebab itu, Indonesia masih harus melakukan impor garam industri.

Safri menuturkan, produksi garam dalam negeri sudah menggunakan sistem tunnel jadi bisa memproduksi garam ketika hujan.

Selain itu sedang dikembangkan produksi garam dari pemurnian air yang digunakan untuk mendinginkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Melalui pemurnian dari satu PLTU 500 – 600 MW bisa hasilkan 100 – 150 ton per tahun garam,” kata Safri.

Total jumlah luas lahan garam 23,89 ribu hektare. Dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020 – 2024 total produksi garam nasional tahun 2020 adalah 3 juta dan 2021 adalah 3,1 juta on. Sementara alokasi impor garam 2021 mencapai 3,07 juta ton.

Komentar
Share30Tweet19SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Saat Presiden dan Rombongan Berbelanja di Pasar Noken Taman Imbi Jayapura

Wujudkan Swasembada, Pemerintah Dorong Peningkatan Produksi Daging Nasional

Deputi Bidang Perekonomian, Sekretariat Kabinet (Setkab), Satya Bhakti Parikesit, mendorong peningkatan produksi daging untuk mewujudkan target swasembada nasional pada tahun...

Siap Serap 15.000 Tenaga Kerja, Jokowi Apresiasi Pabrik Gula di Sultra

Jokowi Target Swasembada Gula pada 2028

Jokowi) menargetkan pencapaian swasembada gula untuk kebutuhan konsumsi paling lambat 2028. Pencapaian swasembada gula untuk kebutuhan industri ditargetkan paling lambat...

RNI: Prospek Bisnis Gula Menjanjikan,  Target Produksi 282.000 Ton

Waspadai Gula, Garam, & Lemak Saat Lebaran

Pakar Kesehatan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai konsumsi gula,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In