• Latest
  • Trending
Usai Dilantik, Mendag  Cek Harga ke Pasar

RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Bisa Resesi

Purbaya: APBN 2025 Solid

Purbaya: APBN 2025 Solid

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Alasan Prabowo Gagas Sekolah Rakyat

Alasan Prabowo Gagas Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Menteri pun Ikut Ngeluh, Tiket Pesawat ke Aceh Lebih Mahal dari ke Luar Negeri

Banjir Jakarta Meluas, ini 23 Ruas Jalan di Jaksel–Jakut yang Terendam

Banjir Jakarta Meluas, ini 23 Ruas Jalan di Jaksel–Jakut yang Terendam

Otorita IKN Teken Tujuh Perjanjian Kerja Sama dengan Lima Investor

Otorita IKN Teken Tujuh Perjanjian Kerja Sama dengan Lima Investor

Bank Artha Graha Internasional, Electronic City, dan Grooceries City Telah Hadir di IKN

Bank Artha Graha Internasional, Electronic City, dan Grooceries City Telah Hadir di IKN

Shalat Subuh Perdana di Masjid IKN

Shalat Subuh Perdana di Masjid IKN

Prabowo akan Beri Kado Sapi Meugang untuk Masyarakat Aceh

Prabowo akan Beri Kado Sapi Meugang untuk Masyarakat Aceh

DJP Buka Suara Soal Pegawainya Kena OTT KPK

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

Petugas dan Wajib Pajak Terjaring OTT KPK

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Januari 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Bisa Resesi

by Aspek
Agustus 3, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Usai Dilantik, Mendag  Cek Harga ke Pasar

Jakarta –  Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,18 persen pada Juli 2024 secara bulanan. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen dari 106,28 pada Juni 2024 menjadi 106,09 pada Juli 2024.

Amalia mengatakan deflasi bulan Juli lebih dalam dibanding bulan sebelumnya. “Dan merupakan deflasi ketiga pada 2024,” ujarnya lewat YouTube BPS, Kamis, 1 Agustus 2024.

BacaJuga

Purbaya: APBN 2025 Solid

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Alasan Prabowo Gagas Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Menteri pun Ikut Ngeluh, Tiket Pesawat ke Aceh Lebih Mahal dari ke Luar Negeri

Banjir Jakarta Meluas, ini 23 Ruas Jalan di Jaksel–Jakut yang Terendam

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengatakan deflasi merupakan penurunan tingkat umum harga barang dan jasa. Degradasi tersebut menyebabkan berkurangnya aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya menyebabkan harga semakin jatuh. “Hal ini dapat mengakibatkan resesi yang berkepanjangan,” kata dia lewat pernyataan resmi dikutip Sabtu, 3 Agustus 2024.

Perkembangan deflasi ini harus dicermati dengan baik.  Musababnya, deflasi beruntun tidak terjadi begitu saja, tetapi merupakan rangkaian pengelolaan ekonomi  yang tidak memadai. Deflasi yang terjadi, seolah-olah menguntungkan masyarakat, namun ini secara umum merupakan gejala konsumen secara luas tidak bisa mengkonsumsi barang dengan wajar atau setidaknya menunda konsumsinya. 

Guru besar Universitas Paramadina itu menambahkan kedengarannya deflasi menguntungkan bagi konsumen karena harga yang lebih rendah.

“Tetapi ini merupakan fenomena makro ekonomi dimana ekonomi masyarakat sedang tidak berdaya untuk membeli barang-barang kebutuhannya,” ujarnya. 

Selain menerima keadaan deflasi beruntun, ia melanjutkan, konsumsi lemah karena pendapatan turun dan PHK pengangguran yang semakin massal. Dengan adanya gabungan masalah industri, pengangguran, dan deflasi karena konsumsi menurun, maka dunia usaha akan semakin berat.  Didik yang juga anggota Dewan Pertimbangan kamar dagang dan industri (Kadin) melihat tidak banyak alternatif yang bisa diambil pengusaha saat ini kecuali memangkas biaya produksi. Yang pada akhirnya berujung mengurangi pekerja menjadi lebih sedikit lagi.

Dunia usaha mengalami penurunan pendapatan akibat konsumsi masyarakat turun sehingga dengan terpaksa memberhentikan pekerja atau mengurangi jam kerja. Dalam jangka lebih panjang bisa terjadi stagnasi atau penurunan upah.

“Secara makro ini selanjutnya mengurangi permintaan secara keseluruhan dalam perekonomian,” ujarnya dikutip dari tempo.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira mengatakan hal senada.

“Deflasi sering kali merupakan tanda bahwa permintaan agregat dalam perekonomian menurun, yang bisa berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Ia merekomendasikan pemerintah untuk mendorong penguatan sektor riil. Dengan cara memberikan insentif atau subsidi untuk sektor-sektor seperti pertanian, manufaktur, dan pariwisata yang memiliki multiplier effect tinggi. Selain itu, diiversifikasi produk ekspor dan membuka pasar baru dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang mungkin sedang lesu.

Komentar
Share19Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Waspadai, Deflasi 5 Bulan Picu Lonjakan Kredit Bermasalah

Fenomena deflasi yang terjadi di Indonesia selama 5 bulan beruntun nyatanya dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) perbankan. ...

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

IKN & PSN Jadi Katalis Ekonomi Kaltim 2024 Tumbuh 6,3%

Kaltim -  Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan tumbuh hingga 6,30% (yoy) pada akhir tahun 2024.  Kepala Kantor Perwakilan Bank...

Daily Economic Review: Profitabilitas Bank-Bank Besar Dianggap Masih Cukup Baik

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2024 Tumbuh Hingga 5,11 Persen

Presiden Jokowi meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) di Kota Depok, Provinsi Jawa...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Banjir Jakarta Meluas, ini 23 Ruas Jalan di Jaksel–Jakut yang Terendam

Banjir Jakarta Meluas, ini 23 Ruas Jalan di Jaksel–Jakut yang Terendam

Menteri pun Ikut Ngeluh, Tiket Pesawat ke Aceh Lebih Mahal dari ke Luar Negeri

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Purbaya: APBN 2025 Solid

Purbaya: APBN 2025 Solid

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Cuaca Buruk, 16 Pesawat Dialihkan dari Soekarno-Hatta

Alasan Prabowo Gagas Sekolah Rakyat

Alasan Prabowo Gagas Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In