• Latest
  • Trending

Waspadai, Deflasi 5 Bulan Picu Lonjakan Kredit Bermasalah

RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

KPAI Ingatkan Ortu Jangan Jadikan HP Sebagai Pengasuh Anak

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Pertamina Isi 92.901 Liter Avtur ke Pesawat Terbesar di Dunia

Pertamina Isi 92.901 Liter Avtur ke Pesawat Terbesar di Dunia

Media Asing Kupas Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo

Media Asing Kupas Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo

Teken Gross Split Blok Selat Panjang, RI Terima Bonus Rp 70 M

Selat Hormuz  Belum Dibuka, Harga Minyak Dunia Naik

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Politikus: Wajar Elektabilitas Prabowo Tinggi

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

Zulhas: HET Minyakita Naik Minggu Depan

Zulhas Akui Ada Program Pemerintah Belum Optimal

Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan BUMN Dipangkas

Prabowo Minta Anak Cucu Perusahaan BUMN Dipangkas

Kenapa Upacara Bendera Selalu Digelar Setiap Senin? Ini Alasannya

Kenapa Upacara Bendera Selalu Digelar Setiap Senin? Ini Alasannya

Cerita Sopir Truk Lompat ke Laut Saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar

Publik Diminta Tunggu Hasil Investigasi KNKT Soal Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Garudayaksa FC Boyong Paulo Ricardo dari Persija

Garudayaksa FC Boyong Paulo Ricardo dari Persija

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 10, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Waspadai, Deflasi 5 Bulan Picu Lonjakan Kredit Bermasalah

by Aspek
Oktober 8, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS

Fenomena deflasi yang terjadi di Indonesia selama 5 bulan beruntun nyatanya dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) perbankan.  Berdasarkan data, Badan Pusat Statistik mencatat deflasi dalam lima bulan terakhir yaitu pada Mei (0,03%), Juni (0,08%), Juli (0,18%), dan Agustus (0,03%) dan September (0,12%). 

Pada periode yang sama, NPL gross perbankan mengalami pasang surut, di mana pada Mei 2024 NPL gross mencapai 2,34%, Juni 2024 sebesar 2,24% lalu Juli dan Agustus 2024 masing-masing 2,27% dan 2,26%. Adapun, pada Desember 2023, secara industri NPL gross bank ada di level 2,19%.

BacaJuga

KPAI Ingatkan Ortu Jangan Jadikan HP Sebagai Pengasuh Anak

Ekspor Nikel Indonesia Bisa Berkurang 5 Juta Ton pada 2026

Pertamina Isi 92.901 Liter Avtur ke Pesawat Terbesar di Dunia

Media Asing Kupas Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo

Selat Hormuz  Belum Dibuka, Harga Minyak Dunia Naik

Politikus: Wajar Elektabilitas Prabowo Tinggi

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abdul Manap Pulungan mengatakan deflasi secara tidak langsung akan memberikan pengaruh pada kinerja bisnis bank. Dia menyebut deflasi berdampak salah satunya pada permintaan kredit.

“Adapun dari sisi permintaan kredit, ketika deflasi terjadi menggambarkan bahwa daya beli itu rendah. Jadi ketika daya beli rendah, artinya masyarakat menurunkan konsumsinya,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (7/10/2024). 

Kemudian, saat konsumsinya mengalami penurunan, maka permintaan terhadap produk dari industri juga menurun. Hal ini tecermin dari Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang saat ini berada di bawah level 50. Tercatat, PMI manufaktur Indonesia masuk zona kontraksi dalam tiga bulan terakhir. Per September 2024, berada di level 49,2.

 “Yang sekarang [PMI] sudah di bawah 50 ya, itu menggambarkan bahwa sektor bisnis kita itu tidak optimis melihat ke depan gitu,” ujarnya. 

Kemugkinan lainnya, lanjut Abdul, pelaku bisnis sedang wait and see terhadap pemerintahan baru Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming yang akan dilantik pada 20 Oktober nanti. Lebih lanjut, apabila permintaan terhadap industri turun, maka kapasitas industri itu juga tidak maksimal dan akan beroperasi di bawah level optimal. Dengan demikian, ketika kondisi itu terjadi, maka hal tersebut bakal menyebabkan ekspansi bisnis terkendala, yang pada akhirnya mengurangi penggunaan tenaga kerja.

“Penggunaan tenaga kerja di industri itu banyaknya buruh harian, pada artinya ketika itu terjadi, maka daya beli mereka akan turun, ketika mereka tidak dipakai lagi,” ucapnya. 

Dia juga mengatakan bahwa penurunan pendapatan bisa menjadi bahaya serius bagi perbankan karena dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL).  Akan tetapi, kata Abdul apabila disoroti secara kasus per kasus, di mana deflasi terjadi lantaran masyarakat mengerem belanja, sebaliknya kondisi ini bisa memperbaiki kemampuan dalam membayar cicilant

“Berarti harus dapat dilihat dua persepsi, persepsi makronya dan persepsi individunya. Tapi saya lebih kepada melihat dari sisi makronya sih bahwa deflasi itu karena daya beli masyarakat yang turun. Jadi orang enggak punya duit untuk belanja,” ungkapnya dikutip dari bisnis indonesia. 

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pertama di Indonesia, BNI Terbitkan AT-1 Bond Rp8,6 Triliun

BNI Raih Rp10,8 Triliun di semester I 2026

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy)...

Usai Dilantik, Mendag  Cek Harga ke Pasar

RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Bisa Resesi

Jakarta -  Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,18 persen pada Juli 2024 secara bulanan. Plt Kepala...

Jokowi Minta Bank Pacu Kredit, Jangan Banyak Taruh di SBN dan SBI

Jokowi  mengingatkan perbankan agar memacu kreditnya, terutama ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), alih-alih mempertebal portofolio di instrumen...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In