• Latest
  • Trending
Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

RI Impor Ratusan Kg Emas dari Jepang, Hong Kong dan UEA

YLKI Minta Pembalut Jangan Dipajaki; Negara Harus Kreatif Gali Sumber Pajak

YLKI Minta Pembalut Jangan Dipajaki; Negara Harus Kreatif Gali Sumber Pajak

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertamina Masih Bisa Impor Migas, Sebelum Turun Permen ESDM

Bentuk Aliansi Unit Bisnis Kelistrikan, Medco Gaet Kansai Electric

Medco Tebar Dividen Interim Rp544 Miliar

PTPN Siap Pasok 1 Juta Ton Sawit ke PLN

BPS: Indonesia Ekspor CPO ke Israel Senilai Rp261,06 Miliar

RI Harus Waspadai Jebakan Gasifikasi Batu Bara

Singapura Ekspor Batu Bara 60 Juta Ton Padahal Tidak Punya  Tambang

5 Holding BUMN Belum Gandeng Ditjen Pajak

DJP Luruskan Pernyataan Hashim Soal PPN Digital, Transfer Uang Tak Kena Pajak

Bahlil Lantik  Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Gatrik

Bahlil Lantik  Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Gatrik

Jokowi: Anggaran Stunting Habis di Meja Rapat

Menko PMK Sugiono: MBG Tak Cukup Atasi Stunting

Merger BUMN Pelabuhan, Anak &  Cucu Usaha Tidak Digabung

BPS: Surplus Perdagangan RI US$ 10,61 Miliar

Strategi Bahlil Tekan Impor Migas

Bahlil Larang Ekspor RI Melalui Negara Perantara

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Fenomena Downgrade Lifestyle Kelas Menengah, Sinyal Tekanan Ekonomi

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Amran: Jika Indonesia Setop Ekspor Sawit, Negara Lain Hadapi Dampak Besar

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, November 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

RI Impor Ratusan Kg Emas dari Jepang, Hong Kong dan UEA

by Aspek
November 3, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Ilustrasi.

ASPEK.ID, JAKARTA – Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengungkapkan, Indonesia mengimpor 442,7 kg emas senilai US$55,3 juta atau sekitar Rp1 triliun sepanjang September 2026. Hong Kong menjadi pemasok emas terbesar ke Indonesia, dengan nilai impor mencapai US$22,44 juta.

Ateng Hartono mengungkapkan, impor emas dari Hong Kong tersebut mencapai 160 kg.

“Impor emas pada September 2026 volumenya 442,7 kg dengan nilai US$55,3 juta. Asal negara impor emas tertinggi kondisi September dari Hong Kong, itu nilainya US$22,44 juta dengan beratnya 160 kg,” kata Ateng di Jakarta, Senin (2/11/2026).

BacaJuga

YLKI Minta Pembalut Jangan Dipajaki; Negara Harus Kreatif Gali Sumber Pajak

Pertamina Masih Bisa Impor Migas, Sebelum Turun Permen ESDM

Medco Tebar Dividen Interim Rp544 Miliar

BPS: Indonesia Ekspor CPO ke Israel Senilai Rp261,06 Miliar

Singapura Ekspor Batu Bara 60 Juta Ton Padahal Tidak Punya  Tambang

DJP Luruskan Pernyataan Hashim Soal PPN Digital, Transfer Uang Tak Kena Pajak

Selain Hong Kong, Indonesia juga mendatangkan emas dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Jepang.

Impor emas dari UEA tercatat sebesar 101 kg dengan nilai US$14,55 juta. Sementara itu, impor dari Jepang mencapai 67,87 kg senilai US$6,77 juta.

Di tengah tingginya nilai impor tersebut, Ateng menjelaskan harga emas secara tahunan masih mengalami kenaikan. Hal ini terjadi karena harga emas pada tahun lalu relatif lebih rendah dibandingkan dengan kondisi tahun ini.

Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau secara bulanan (month-to-month/mtm), harga emas justru mengalami penurunan selama dua bulan terakhir.

“Kondisi emas pada bulan ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya itu masih terjadi inflasi yang cukup besar karena tahun yang lalu harga emasnya relatif lebih rendah dibandingkan dengan tahun yang sekarang. Tetapi untuk month-to-month-nya, harganya menurun 2 bulan terakhir,” ujar Ateng.

BPS mencatat emas mengalami penurunan harga dalam dua bulan beruntun hingga September 2026. Harga emas perhiasan di dalam negeri mengalami deflasi 0,70% secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Penurunan harga emas perhiasan ini menjadi salah satu penyebab kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,06% pada September 2026. Emas perhiasan memberikan andil deflasi sebesar 0,01%.

 

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertamina Masih Bisa Impor Migas, Sebelum Turun Permen ESDM

Jakarta – Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan PT Pertamina (Persero) masih dapat impor...

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Mobil Listrik China Diterima di Korea Sulit di Jepang

ASPEK.ID, JEPANG - Mobil listrik (electric vehicle/EV) asal China mendapat tempat di pasar Korea Selatan. Namun, ekspansi ke Jepang sulit...

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

Eks Ombudsman: Prabowo Sebaiknya Tiru Pejabat Hongkong Minta Maaf

  ASPEK. ID, JAKARTA - Mantan Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alvin Lie menyebutkan Presiden Prabowo Subianto perlu menyampaikan permintaan maaf...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In