ASPEK. SINGAPURA – Mejelis Agama Islam Singapura (MUIS) mengimbau pelaksanaan khutbah Jumat di masjid-masjid untuk sementara dipersingkat. Arahan itu dianjurkan mulai diterapkan pada Jumat (21/8/2026) ini, di tengah kondisi cuaca yang semakin panas dan mulai munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Singapura.
“Seiring cuaca yang semakin panas dan beberapa bagian Singapura mulai mengalami kabut asap, kami melakukan penyesuaian kecil tetapi diperlukan terhadap khutbah Jumat,” kata MUIS dalam unggahan di Instagram, Jumat (21/8/2026).
Dlaporkan CNA, khutbah pertama biasanya berlangsung sekitar 6-7 halaman. Dengan penyesuaian tersebut, khutbah Jumat untuk sementara dipangkas menjadi kurang dari 4 halaman.
MUIS mengatakan, kebijakan tersebut akan diberlakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penyesuaian ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Semoga hal ini dapat membuat semua orang sedikit lebih mudah untuk berkumpul, beribadah, dan tetap merasa nyaman selama kondisi cuaca yang menantang ini,” kata MUIS.
Kebijakan tersebut diterapkan ketika Singapura menghadapi cuaca panas dan potensi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap lintas batas dari Indonesia.
Suhu maksimum harian diperkirakan berada di kisaran 33-34 derajat Celsius pada sebagian besar hari, bahkan dapat mencapai 35 derajat Celsius pada beberapa hari.
Selain cuaca panas, Singapura juga berpotensi mengalami kabut asap apabila kebakaran di Sumatera dan Kalimantan semakin meluas.
















