ASPEK.ID, MAKASSAR – Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan, kembali dilanjutkan pada Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan terus menyisir area pegunungan yang diduga menjadi titik jatuh pesawat.
Pada pencarian hari sebelumnya, tim SAR menemukan sejumlah barang yang diduga kuat milik para korban. Barang-barang tersebut telah dievakuasi dan diamankan untuk mendukung proses identifikasi korban.
Barang yang ditemukan antara lain dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga perangkat elektronik. Temuan ini menjadi petunjuk penting sekaligus menguatkan indikasi bahwa tim SAR telah mendekati lokasi utama bangkai pesawat.
Selain barang milik korban, tim SAR juga menemukan beberapa bagian pesawat, seperti pelampung dan fire signal. Serpihan tersebut ditemukan di sekitar area kokpit yang diyakini sebagai salah satu titik benturan utama saat pesawat menghantam kawasan pegunungan.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan temuan tersebut merupakan perkembangan signifikan dalam operasi pencarian.
“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi hingga barang elektronik. Kami juga menemukan bagian pesawat seperti pelampung dan fire signal di sekitar bagian kepala pesawat,” ujarnya, Senin (19/1).
Meski demikian, proses pencarian masih menghadapi tantangan berat. Kondisi medan yang terjal, curam, dan tertutup vegetasi lebat memaksa tim SAR menerapkan teknik khusus demi menjaga keselamatan personel.
“Lokasi sangat curam dan berisiko tinggi. Tim harus menggunakan teknik repling serta membuka jalur pencarian secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan koordinasi yang matang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh unsur SAR yang terlibat di lapangan.
“Penemuan barang-barang korban dan bagian pesawat menunjukkan tim sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur SAR,” katanya.
Tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik dan keluarga korban. []
























