National Labor Relations Board (NLRB) atau Dewan Hubungan Perburuhan Nasional Buffalo NewYork mengeluarkan pengaduan terkait praktik perburuhan tidak adil yang dilakukan oleh Starbucks. Dalam surat pengaduan ini terdapat 29 tuduhan yang mencakup lebih dari 200 pelanggaran terhadap Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional.
Surat pengaduan ini berasal dari masukan atau klaim yang dibuat oleh Starbucks Workers United terhadap perusahaan di Buffalo. Di daerah tersebut pengorganisasian serikat pekerja dimulai pada bulan Agustus.
Dikutip dari CNBC, Minggu (8/5/2022), National Labor Relations Board menuduh Starbucks mengganggu, menahan, dan memaksa karyawan yang ingin berserikat dengan berbagai cara. Perusahaan kopi raksasa ini mengancam dan mengintimidasi pekerja dengan menutup toko, mengurangi kompensasi pekerja, memberlakukan kebijakan terhadap pendukung serikat dengan cara yang diskriminatif, hingga memecat pekerja.
Keluhan tersebut juga mencatat adanya kunjungan pejabat tinggi Starbucks Buffalo dan mengadakan pertemuan anti-serikat pekerja. Kunjungan ini sangat jarang terjadi sebelumnya.
Ditulis juga bahwa CEO Starbucks Howard Schultz telah menjanjikan peningkatan tunjangan jika pekerja menahan diri ikut dalam serikat pekerja.
Buffalo memang telah menjadi pusat dari gerakan serikat pekerja Starbucks. Di kota ini terdapat gerai pertama yang memiliki serikat pekerja pada bulan Desember dan memicu gerakan yang menyebar ke seluruh negeri.
Sejak gerakan untuk mendirikan serikat pekerja dimulai tahun lalu, lebih dari 50 gerai Starbucks memilih untuk berorganisasi dengan Workers United.
“Pengaduan yang dikeluarkan oleh Direktur Regional NLRB di Buffalo, melibatkan isu-isu penting,” kata juru bicara Starbucks Reggie Borges dalam sebuah pernyataan kepada CNBC.
“Namun, Starbucks tidak setuju bahwa klaim itu pantas, dan penerbitan pengaduan bukan merupakan temuan oleh NLRB. Ini adalah awal dari proses litigasi yang memungkinkan kedua belah pihak untuk didengar dan untuk memberikan bukti. Kami percaya bahwa tuduhan yang terkandung dalam pengaduan itu salah, dan kami berharap dapat memberikan bukti kami ketika tuduhan itu diputuskan” tambah Borges.
Untuk memperbaiki tuduhan tersebut, penasihat umum NLRB meminta Schultz atau Rossann Williams, wakil presiden eksekutif Starbucks Amerika Utara, mengadakan pertemuan dengan perwakilan karyawan, serikat pekerja, dan pemerintah yang hadir. Pada pertemuan yang akan direkam dan didistribusikan, seorang pejabat akan membacakan pemberitahuan tentang hak-hak karyawan.
























