ASPEK.ID – Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Biro Urusan Internasional menggelar pertemuan dengan konsultan pendidikan luar negeri, dalam rangka membahas pengembangan program akses studi dan karier ke Jerman melalui inisiatif pembentukan German Center. Pertemuan tersebut berlangsung di Smart Class Sekolah Pascasarjana, Gedung A UNIDA, pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 49 calon PIC yang berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UNIDA. Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan dari SMK Amaliah serta International Tahfidz Boarding School (ITBS) Amaliah.
Kepala Biro Urusan Internasional UNIDA, Dr. Mega Febriani Sya, S.Pd., M.Pd menuturkan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menentukan calon PIC German Center yang nantinya berada di bawah koordinasi Biro Urusan Internasional UNIDA. Para calon PIC akan berperan dalam mengembangkan sekaligus mendampingi pelaksanaan program yang membuka peluang studi dan karier bagi mahasiswa maupun alumni di Jerman.
Salah satu program yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut adalah skema double track, yaitu program yang memungkinkan mahasiswa menjalani kuliah S1 di UNIDA sekaligus mempersiapkan diri mengikuti program vokasi di Jerman yang dikenal dengan istilah Ausbildung.

Program Ausbildung merupakan sistem pendidikan vokasi di Jerman yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri. Dalam program ini, peserta menjalani komposisi pembelajaran yang terdiri dari 70 persen praktik kerja di industri dan 30 persen pembelajaran teori di institusi pendidikan.
Dr. Mega Febriani Sya, S.Pd., M.Pd menjelaskan, peserta program Ausbildung berkesempatan memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan industri sekaligus mendapatkan penghasilan selama menjalani program. Selain itu, peserta juga akan memperoleh sertifikat vokasi dan sertifikat profesi sesuai dengan bidang yang ditekuni.
“Melalui skema double track, mahasiswa tetap menjalani proses pendidikan S1 di UNIDA sambil mempersiapkan diri mengikuti program Ausbildung. Setelah menyelesaikan program tersebut, mahasiswa berpotensi memiliki dua capaian sekaligus, yaitu ijazah sarjana dari UNIDA dan sertifikat profesi dari program vokasi di Jerman,” tambahnya.
Kepala Biro Urusan Internasional UNIDA menyampaikan bahwa akan dilaksanakan sekitar empat kali pertemuan lanjutan secara daring sebagai bagian dari proses pembekalan bagi para calon PIC. Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai skema program, persiapan peserta, serta mekanisme akses pendidikan dan karier di Jerman.
Lebih lanjut Dr. Mega Febriani Sya menjelaskan, dalam sistem karier di Jerman, lulusan program Ausbildung umumnya memulai pekerjaan pada level C atau entry level. Oleh karena itu, mahasiswa juga dapat dipersiapkan untuk melanjutkan studi magister (S2) di Jerman agar memiliki peluang mengakses posisi pekerjaan pada level yang lebih tinggi.
“Ke depan, lulusan program double track dan Ausbildung memiliki beberapa pilihan lanjutan, antara lain melanjutkan pendidikan magister berbasis vokasi, melanjutkan program S2 di Jerman, atau kembali ke Indonesia dengan bekal pengalaman kerja internasional serta sertifikat profesi yang diakui industri global,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Networking and International Affairs UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I., M.C.E., menyambut baik inisiatif pembentukan German Center sebagai langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional universitas. Menurutnya, program ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa UNIDA untuk memperoleh kesempatan studi sekaligus pengalaman kerja di tingkat global.
“Kami berharap program ini dapat menjadi pintu bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan dan karier internasional secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
























