• Latest
  • Trending
PLTS Likupang, Panel Surya Terbesar di Indonesia Salurkan Listrik 15 MW/Hari

Utusan China Apresiasi Program Prabowo 100 GW Tenaga Surya

Wapres Gibran Lepas Kepulangan Siswi Terduga Korban MBG dari RSCM

Wapres Gibran Sayangkan Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG di Karo

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Tim SAR Temukan Liferaft Diduga Milik KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa

Basarnas Tambah 12 Penyelam untuk Cari 126 Korban KM Virgo Transport 8

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

TNI Ringkus Wakil Komandan Batalyon OPM Saat Tiba di Bandara

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng Raup Transaksi Rp 2,4 M

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina Blokir 1.117 Nopol Kendaraan Diduga Salah Gunakan BBM Subsidi

FOTO: Apel Korps Prajurit Wanita TNI Hari Kartini 2021

5 Oktober TNI, Prabowo Resmikan 5 Kodam Baru

Deputi Rehabilitasi BNPB Jarwansah Berpulang ke Rahmatullah

Deputi Rehabilitasi BNPB Jarwansah Berpulang ke Rahmatullah

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Warga RI Antre Layanan Krisis Psikologis Healing 119

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027

Kalimantan Timur Juara Umum MTQ Nasional 2026, Jakarta Tuan Rumah 2027

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Utang Warisan Krisis 1998 Rp 640 Triliun Dibayar Lunas

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, September 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Utusan China Apresiasi Program Prabowo 100 GW Tenaga Surya

by Aspek
Agustus 2, 2026
in BERITA TERBARU, UMKM
PLTS Likupang, Panel Surya Terbesar di Indonesia Salurkan Listrik 15 MW/Hari

Ilustrasi panel Surya di Minahasa, Sulut. [Foto: Kementerian ESDM]

Jakarta — Utusan Khusus Presiden China untuk Perubahan Iklim, Liu Zhenmin, menyerukan penguatan multilateralisme dan kerja sama internasional untuk menjaga momentum transisi menuju netralitas karbon global. Menurut dia, peningkatan ketegangan geopolitik, unilateralisme, dan hambatan perdagangan menjadi tantangan utama yang menghambat aksi iklim dunia.

Liu menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta.

BacaJuga

Wapres Gibran Sayangkan Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG di Karo

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2027 pada 8 Februari

Basarnas Tambah 12 Penyelam untuk Cari 126 Korban KM Virgo Transport 8

TNI Ringkus Wakil Komandan Batalyon OPM Saat Tiba di Bandara

Pameran MTQ Nasional 2026 di Jateng Raup Transaksi Rp 2,4 M

Kas Hartadi Beberkan Kunci RANS Nusantara Belum Terkalahkan

Ia mengatakan, selama dua tahun terakhir, dunia mengalami perubahan geopolitik yang signifikan. Kondisi tersebut mempersulit kerja sama internasional yang dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi dan mencapai target netralitas karbon.

“Persaingan geopolitik telah mengurangi kepercayaan antarnegara. Unilateralisme dan berbagai hambatan perdagangan hijau telah meningkatkan biaya transisi energi serta menghambat kerja sama internasional,” kata Liu, Sabtu (1/8/2026).

Mengutip analisis Wood Mackenzie, Liu mengatakan berbagai kebijakan pembatasan terhadap rantai pasok energi bersih berpotensi meningkatkan biaya transisi energi global hingga sekitar 20 persen.

Selain tantangan geopolitik, Liu menilai dunia juga menghadapi defisit kepemimpinan dalam tata kelola iklim. Menurut dia, mundurnya sejumlah negara dari komitmen iklim multilateral dan berkurangnya dukungan pendanaan iklim telah memperlebar kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang.

Ia mengatakan, negara-negara berkembang menghadapi beban ganda. Di satu sisi mereka harus menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin berat. Di sisi lain, mereka masih dituntut mengejar pertumbuhan ekonomi dengan keterbatasan teknologi, pendanaan, dan kapasitas.

Menurut Liu, tantangan tersebut juga dihadapi negara berkembang berpenduduk besar seperti China dan Indonesia yang harus menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan target penurunan emisi karbon.

Halaman 2 / 3

Meski demikian, ia optimistis arah transisi hijau dunia tidak akan berubah. Liu mengatakan, lebih dari 150 negara telah menetapkan target netralitas karbon. Sementara meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia semakin memperkuat kesadaran internasional mengenai pentingnya mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Ia juga menilai implementasi Persetujuan Paris memasuki fase penting. Hampir 150 negara telah menyerahkan dokumen kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC) terbaru sebagai bagian dari upaya menekan emisi global. Selain itu, operasionalisasi mekanisme pasar karbon berdasarkan Pasal 6 Persetujuan Paris dinilai akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Liu mengatakan, transisi energi kini semakin menjadi pilihan ekonomi, bukan sekadar agenda politik. Penurunan biaya teknologi energi terbarukan, terutama tenaga surya, membuat investasi di sektor tersebut semakin kompetitif.

Ia mengapresiasi target Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kapasitas pembangkit listrik tenaga surya sebesar 100 gigawatt (GW).

“Saya senang melihat Presiden Prabowo memiliki program 100 GW tenaga surya yang diterima dengan baik oleh rakyat Indonesia. Pemerintah kami telah berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan China untuk bekerja sama dengan mitra Indonesia dalam mengembangkan program tersebut,”kata dia.

Dalam pidatonya, Liu mengajukan empat rekomendasi untuk mempercepat pencapaian netralitas karbon global.

Pertama, memperkuat multilateralisme dan membangun kembali kepercayaan politik antarnegara melalui implementasi Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan Persetujuan Paris.

Komentar
Share15Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Banjir Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Turis  Hilang

Banjir Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Turis  Hilang

    ASPEK.ID, NEPAL  - Tim penyelamat masih mencari ratusan orang yang hilang setelah longsoran lumpur dan bebatuan menghantam sungai...

Indonesia Terima Usulan Mobil Listrik Tesla

Tesla Tarik 3 Juta Mobil di China

ASPEK, CHINA -Tesla menarik kembali sekitar 3 juta kendaraan di China untuk menangani dua persoalan keselamatan, yakni mekanisme gagang pintu...

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu

    ASPEK.ID, JAKARTA  - Seluruh kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang saat ini berada di tangan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In