ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan merespons viralnya video warga yang membandingkan kondisi jalan di Kalbar dengan Jawa Barat. Ia menilai perbandingan tersebut tidak sebanding karena perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran.
Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat membuka Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, akhir pekan lalu. Ia mengaku telah melihat langsung video keluhan warga Sepauk yang ramai di media sosial.
“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Sepauk–saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan–jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” kata Krisantus dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (13/4).
Menurutnya, perbandingan tersebut tidak adil. Ia memaparkan bahwa Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD lebih dari Rp30 triliun. Sementara Kalbar memiliki wilayah sekitar 171 ribu kilometer persegi, namun hanya ditopang APBD sekitar Rp6 triliun.
Ia pun menanggapi usulan warga yang menyebut agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dipinjam untuk membenahi Kalbar.
“Dalam video itu, ada yang [bilang] pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia [KDM] jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya,” tegas Kristanus.
Krisantus menekankan bahwa luas wilayah berpengaruh besar terhadap biaya pembangunan, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan.
“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menangani kerusakan infrastruktur. Perbaikan jalan di wilayah Sintang, termasuk di Bedayan, disebut sudah mulai dilakukan.
Ia menyebut pemerintah kabupaten telah menurunkan alat berat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk menangani ruas jalan yang rusak.
“Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan viral di media sosial setelah diunggah oleh seorang warga bernama Elisabet. Dalam video tersebut, ia meminta perhatian pemerintah daerah dan menyebut nama Dedi Mulyadi.
“Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami,” ucapnya.
Video itu kemudian menyebar luas dan memicu berbagai reaksi publik, termasuk dari anak-anak setempat yang turut menyuarakan kondisi jalan di daerah mereka. []























