ASPEK.ID, JAKARTA – Sebanyak tiga perusahaan asal China saat ini sedang diproses penghapusan (delisting) oleh Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE).
Bursa Efek New York adalah salah satu bursa saham terbesar di dunia. Bursa ini terletak di 11 Wall Street, Lower Manhattan, New York City, New York, Amerika Serikat.
NYSE dioperasikan oleh NYSE Euronext, yang dibentuk oleh penggabungan NYSE pada tahun 2007 dengan bursa saham elektronik sepenuhnya Euronext.
Dilansir dari laman CNN via AFP, Sabtu (2/1), ketiga perusahaan China yang sedang delisting adalah China Mobile Communications, China Telecommunications Corp dan China Unicom (Hong Kong) Limited.
Hal itu dilakukan sesuai instruksi pemerintahan Donald Trump terkait pembatasan perusahaan yang diidentifikasi terafiliasi dengan militer China.
Dalam keterangan yang dirilis Jumat kemarin, NYSE menyatakan perdagangan saham ketiga emiten China itu akan berakhir pekan depan.
Pada November, Trump melarang perusahaan AS berinvestasi, termasuk membeli saham, di perusahaan China yang dianggap memasok atau mendukung kepentingan militer dan keamanan China.
Kebijakan ini membuat hubungan dua perekonomian terbesar dunia itu bertambah panas.
Selama ini, Trump melihat China sebagai ancaman terbesar AS dan demokrasi global. Tak hanya memantik perang dagang, Trump juga vokal menyalahkan China atas pandemi virus corona.
Puluhan perusahaan China sebelummya juga sudah dihapus dari indeks yang disusun MSCI Inc., Indeks Global S&P Dow Jones, dan Nasdaq.
























