ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah akan membuat aturan yang tegas soal larangan mudik dalam beberapa waktu ke depan, untuk menekan serta menghambat laju penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menegaskan, desa harus di lindungi dari pemudik.
Sebab, dikatakan pendiri Projo itu, mudik saat momen hari raya pasti akan melibatkan mobilisasi puluhan hingga ratusan juta orang.
“Kenapa desa itu harus dibuat steril dari wabah Covid-19? Karena desa harus tetap menjadi pusat produksi untuk mensuplai barang-barang kebutuhan dasar khususnya pangan ke kota. Kalau desa hancur bagaimana orang kota dan kaum urban mau makan? ” ujar Budi Arie Setiadi, Kamis (2/4).
“Desa harus tetap menjadi lumbung pangan jika pergerakan ekonomi dan produksi di kota melambat atau lumpuh seperti belakangan ini, ” tambah dia.
Budi menegaskan, jika akses ke desa dibuka maka resiko yang bakal dihadapi adalah semua struktur sosial dan produksi bangsa di desa bisa hancur.
“Seluruh kepala desa, perangkat desa, relawan desa dan seluruh warga desa sudah siap dan mengantisipasi serius soal wabah Covid-19 . Tapi beban nya jangan di tambah dengan arus mudik. Desa harus kita lindungi dari para pemudik,” pungkasnya.
Update Korban Corona
Hingga Minggu (5/4) siang, berdasarkan data Coronavirus Covid-19 Global Cases by the CSSE at Johns Hopkins University, 206 negara di seluruh dunia dikonfirmasi telah terjangkit dengan jumlah 1.202.435 kasus. Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 64.729 kasus, sedangkan 246.638 di antaranya berhasil sembuh.
Negara dengan jumlah kasus tertinggi ditempati oleh Amerika Serikat dengan 311.635 kasus, 8.454 kematian dan 9.897 yang dinyatakan sembuh.
Lalu, negara dengan kasus tertinggi kedua adalah Spanyol dengan 126.168 kasus dengan jumlah kematian 11.947. Namun, Italia memiliki kasus kematian tertinggi di dunia dengan total 15.362 dan 19.758 yang sudah sembuh dan ada 124.632 total kasus.
Sebagai negara awal di mana virus ini ditemukan, China justru sudah berada di posisi kelima dengan 82.526 kasus.
Di Indonesia, hingga 4 April 2020 pukul 16.00 WIB, sudah ada total kasus positif Covid-19 sebanyak 2.092 kasus. 1.751 pasien masih dalam perawatan dan 150 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 191 pasien meninggal dunia.
























