• Latest
  • Trending

Wiranto Tetap Tegar

DPR-Pemerintah Sinkronkan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

PWI Bakal Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris Usai Dimediasi Dasco

Radio Merah Putih Promosi Kopdes Mengudara

Menko Zulhas: Kopdes Bukan Toko Jamin tidak Matikan Warung

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Menaker: Skill AI Kunci Kerja di Era Digital

Gubernur BI Beberkan 7 Langkah Percepat Pemulihan Ekonomi

Ada Peluang KPK Panggil Perry Warjiyo

Teguran Keras Prabowo ke Direksi BUMN, Pintu Masuk Danantara untuk Bersih-bersih

Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Daftarnya

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

Di Balik Modernisasi Pelabuhan, Pelindo Marine Jadi Kunci Kelancaran Operasi

Bankir Kompak Minta Gubernur BI Baru Jaga Kepercayaan Pasar dan Nilai Tukar

Pencuri Gasak 177 Blangko Buku Nikah dari KUA Cirebon

Pencuri Gasak 177 Blangko Buku Nikah dari KUA Cirebon

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Plt Gubernur Riau Diperiksa KPK, Dicecar soal Uang Hasil Penggeledahan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Wiranto Tetap Tegar

by Zamzami Ali
Oktober 11, 2019
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, TERPOPULER

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Ketua Dewan Penasehat Mathla’ul Anwar Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto. [ANTARA FOTO]

ASPEK.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan, Wiranto diserang orang tak dikenal dan menderita dua tusukan di bagian perut sebelah kiri saat berada di lapangan Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) siang.

Meskipun menjelang akhir masa sama kabinet pertama Jokowi, totalitas Wiranto tetap stabil, fokus bekerja memberikan yang terbaik sebagai wujud pengabdiannya bagi negeri ini. Sehari sebelumnya ia masih berada di Wamena, Papua untuk memastikan masyarakat yang terdampak kerusuhan terlayani dengan baik. Tak terbayangkan,betapa lelahnya Wiranto sepulang dari Wamena.

Sebagai orang yang menjunjung tinggi komitmen ia tetap meluangkan waktu menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla’ul Anwar. Meskipun Sekretaris Pribadinya sempat mengusulkan agar kunjungan itu diwakilkan.Tapi beliau memutuskan untuk hadir. Baginya komitmen adalah harga diri.

BacaJuga

PWI Bakal Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris Usai Dimediasi Dasco

Menko Zulhas: Kopdes Bukan Toko Jamin tidak Matikan Warung

Menaker: Skill AI Kunci Kerja di Era Digital

Ada Peluang KPK Panggil Perry Warjiyo

Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru, Ini Daftarnya

IHSG Dibuka Melemah Lalu Menguat

Selepas acara, tak lama menjejakkan langkah turun dari mobil menuju helikopter yang akan ditumpanginya guna menghadiri acara lain di Jakarta, tiba-tiba seorang pria secara brutal menghunuskan sebilah pisau, sigap ia lekas menghindar. Sayangnya pisau terlanjur menusuk bagian perutnya. Beruntung Wiranto selamat.

Lekas ia diamankan ke dalam mobil. Bagian perut dirasakan cukup sakit, ternyata ada luka cukup dalam, ia menutupi luka dengan pakaian dari ajudannya, menahan darah yang mengucur cukup deras. Dalam kondisi sadar, sepanjang jalan Wiranto terus beristighfar, diselingi dzikir “Subhanallah” serta mengucapkan kalimat “Laa hawla wa laa quwwata Illa billah”. Lafadz itu terus terucap dari mulutnya, sambil menahan rasa sakit.

Apapun alasannya, tidak pantas pelaku berbuat demikian meskipun atas dasar urusan personal sekalipun. Menyerang Wiranto sama saja menghantam simbol aparatur negara. Belum diketahui persis motif pelaku. Tentu ini problem serius; entah apa yang menggerakkan pelaku hingga nekat melakukan tindakan konyol itu.

Ada dugaan mendasar sebetulnya: lantaran kebencian yang tertanam doktrin seakan Wiranto adalah musuh yang dihalalkan darahnya. Doktrin yang disebarkan dan ditanamkan secara massif oleh orang-orang yang sudah terpapar radikalisme. Hal itu diperparah oleh pemahaman sebagian orang yang tidak bisa menerima adanya perbedaan, sehingga sanggup berbuat keji.

Wiranto tak gentar. Penuh ketabahan. Tiada umpatan kasar yang terdengar dari mulutnya. Tentu terbayang oleh kita, bagaimana rasanya menahan sakit selama hampir satu jam perjalanan menuju rumah sakit.

Tiba di RSUD, Pandeglang, luka tusukan di bagian perut langsung mendapat penanganan awal. Setelah itu, Wiranto segera diterbangkan ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Jarak tempuhnya membutuhkan waktu 30 menit. Bagian perut yang luka akibat tusukan senjata tajam kembali mengeluarkan darah. Dalam perjalanan kondisinya tetap sadar, tentu sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.

Setibanya di RSPAD, langsung ditangani secara intensif dan dokter memutuskan untuk mengambil tindakan operasi di bagian perut lantaran akibat tusukan ditemukan luka di bagian usus halus, sehingga usus halusnya mesti dipotong sepanjang 40 cm.

Entah setan apa yang merasuki pelaku penusukan. Agaknya orang yang tidak siap menerima perbedaan, dan merasa memperjuangkan kebenaran absolut justru tergerak untuk melakukan sesuatu yang paling tidak manusiawi. Padahal, kenyataan mutlak bersifat plural.

Pelaku seolah terjebak pada ‘logika fragmentaris’ dimana merasa alergi menjumpai yang lain; seperti yang berbeda agama, suku, ras atau perbedaan keyakinan dan seterusnya. Mereka lupa, perbedaan adalah anugrah pemberian Tuhan yan harus disyukuri.

Maka bagi mereka yang fanatik, mengobarkan permusuhan jadi satu-satunya jalan menegakkan kebenaran versinya. Kendati sungguh mengherankan, betapa tidak, bayi yang lahir dari ayah dan rahim Ibu yang sama saja pasti berbeda. Tugas kemanusiaan kita adalah berusaha memahami yang liyan dan pentingnya mengedepankan etika resiprokal.

Patut selalu diingat bahwa agama apapun mengajarkan toleransi, rasa persaudaraan, dan kedamaian. Membunuh bukan sesuatu yang dikehendaki Tuhan. Membuat orang lain menderita tentu tidak diajarkan agama apapun.

Desas-desus rencana pembunuhan Wiranto memang sempat ramai, sayangnya itu tidak membuat Wiranto khawatir. Dan tetap melaksanakan aktivitas tanpa pengawalan yang ketat. Peristiwa penyerangan dan penusukan itu telah terjadi, hampir merenggut nyawanya.

Tindakan upaya percobaan pembunuhan Wiranto jelas sangat keji. Tetapi tak kalah biadab lagi, mereka yang memfitnah Wiranto bahwa kejadian itu sekedar framing dan sandiwara belaka. Bahkan ada yang lebih sadis lagi, menuduh peristiwa penusukan itu hanya settingan untuk mencari perhatian. Entah sebutan apa yang pantas untuk mereka yang sengaja menebar fitnah keji itu.

Alhamdulillah, pasca operasi kondisi Wiranto membaik, meski tetap harus menjalani perawatan. Ia percaya, bahwa Tuhan sebaik-baiknya tempat bersandar. Semoga Allah SWT tetap mencurahkan kasih sayang-Nya. Dan semoga Tuhan melindungi Wiranto, menyelamatkannya dari tindakan jahat orang-orang yang sesat.

Jakarta, 11 Oktober 2019

Agus Zaini, Tenaga Ahli Menko Polhukam.

Komentar
Share32Tweet20SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Lantik Wiranto hingga Gubernur Lemhannas

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto kembali melantik pejabat hari ini, Selasa (22/10). Dari mulai utusan Presiden hingga Penasihat Presiden. Prabowo...

2 Kapal Coast Guard China Masih Wara-wiri di Laut Natuna

Menkopolhukam Usul Bakamla Jadi ‘Coast Guard’

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto, dalam Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) penyusunan Revisi Undang-undang...

Ketua Wantimpres Wiranto Sampaikan Pesan Hari Kemerdekan RI ke-76

Ketika Gus Dur Kalah Lucu dari Wiranto

Presiden ke-4 RI Gus Dur  dikenal banyak humor. Suatu hari, Gus Dur satu pesawat dengan Jenderal TNI Wiranto yang pernah...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

DPR-Pemerintah Sinkronkan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

PWI Bakal Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris Usai Dimediasi Dasco

Radio Merah Putih Promosi Kopdes Mengudara

Menko Zulhas: Kopdes Bukan Toko Jamin tidak Matikan Warung

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Menaker: Skill AI Kunci Kerja di Era Digital

Gubernur BI Beberkan 7 Langkah Percepat Pemulihan Ekonomi

Ada Peluang KPK Panggil Perry Warjiyo

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In