Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, mengungkap, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun mendatang.
Studi LinkedIn pada 2020, yang dikutip Kominfo, menyebutkan kecakapan digital berfokus pada tiga hal yang dikenal sebagai The ABC.
The ABC merupakan kependekan dari artificial intelligence (AI), big data, dan cloud computing.
Selain kemampuan teknis, kata Johnny, masyarakat juga perlu menguasai kecakapan non teknis era digital yang disebut sebagai 4C yaitu critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), collaboration (kolaborasi) dan communication (komunikasi).
“Kombinasi kecakapan ini yang akan berperan besar dalam menyukseskan transformasi digital Indonesia, sekaligus meningkatkan kompetensi juga daya saing talenta digital Indonesia di ranah global,” ujar Johnny secara virtual, Jumat (8/4/2022).
Mengutip laporan The Future Jobs dari World Economic Forum, diperkirakan 43 persen pelaku industri akan mengurangi jumlah tenaga kerja karena terdapat pilihan teknologi pada 2025.
Laporan World Economic Forum memproyeksikan akan ada 97 juta peluang pekerjaan yang muncul akibat perkembangan teknologi yang besar.
10 posisi pekerjaan yang akan mengalami peningkatan kebutuhan pada 2025. Di samping ada banyak juga pekerjaan yang hilang akibat disrupsi digital
“Karenanya saya sangat menghimbau dan memberikan tekanan untuk sama-sama memperhatikan 10 posisi pekerjaan yang akan mengalami peningkatan kebutuhan tersebut,” ungkap Johnny Dikutip dari cnnindonesia.
Berikut ini 10 pekerjaan yang dibutuhkan di masa depan:
Big Data Analyst and Big Data Scientist
Big Data Specialist
Artificial Intelligence and Machine Learning Specialist
Digital Marketing and Strategy Specialist
Renewable Energy Engineer
Process Automation Specialist
Internet of things (IoT) Specialist
Business Services and Administration Manager
Business Development Professional
Digital Transformation Specialist
























