ASPEK.ID, JAKARTA – Sosiolog Universitas Nasional Sigit Rochadi mengatakan Penjualan BTS Meal dari McDonald’s meledak karena pertemuan antara penggemar, nilai, dan idola.
Sigit sebagaimana dilansir dari laman Bisnis.com, menegaskan beberapa hal terkait keberhasilan strategi promosi tersebut.
Pertama, ikon BTS yang merupakan grup idol paling digemari oleh generasi muda. Ini saja mampu menghasilkan minat yang tinggi pada anak muda – yang menjadi kelompok paling dominan di Indonesia.
Kedua, BTS dan McDonald’s dengan segmentasi konsumen di kelompok yang sama. Mereka adalah anak muda, dengan mayoritas berada di kelas menengah.
Jadi, ada pertemuan yang selaras antara promosi dan minat sehingga menghasilkan aksi yang demikian masif.
Rochadi menuturkan bahwa perilaku ekonomi golongan ini mulanya diawali dengan tahapan kelompok perintis, yakni mereka yang menjadi pihak awal untuk menjajal dan mempromosikan suatu produk.
Selanjutnya diikuti oleh kelompok minoritas awal dan berikutnya ke seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi, lanjutnya, fenomena McD x BTS ini sebenarnya hanya terimplementasi pada kelompok tertentu saja.
Gaungnya menjadi sangat masif karena kelompok ini memiliki jumlah yang besar serta mendominasi percakapan dan aktivitas di dunia maya.
Ketiga, upaya dari McDonald’s dan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Menurutnya, kendati tidak menghadirkan produk yang benar-benar baru, perusahaan tetap melakukan riset yang mendalam dan implementasi yang matang.
Pencapaian ini berhasil dicapai karena brand McDonald’s telah dikenal sebagai perusahaan besar yang telah memiliki kepercayaan publik, khususnya masyarakat kelas menengah terhadap merek dan produk-produknya.
“Ini adalah salah satu branding dari McD yang berhasil untuk menggaet konsumennya. Promosinya meledak karena memanfaatkan penggemar BTS di Indonesia yang sangat banyak,” ujarnya.






















