ASPEK.ID, BANDUNG – Rekor kandang Persib Bandung hingga pekan ke-23 BRI Super League 2025/26 memang nyaris tanpa cela. Maung Bandung mencatat kemenangan 100 persen saat tampil di hadapan publik sendiri. Namun jika indikatornya adalah produktivitas gol, ada tim lain yang justru lebih agresif: Malut United FC.
Dari 12 pertandingan kandang, Persib mengoleksi 22 gol dan hanya sekali kebobolan. Solid, efisien, dan efektif. Tapi Malut United melangkah lebih eksplosif. Dengan jumlah laga kandang yang sama, klub asal Ternate itu sudah mencetak 31 gol, meski harus menerima 16 kali kebobolan.
Secara hasil, Malut United belum seideal Persib. Tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan menjadi rapor kandang mereka—menempatkan tim ini sebagai yang terbaik keempat dalam kategori laga home.
Kekalahan kandang terbaru mereka terjadi pada pekan ke-23. Bermain di Stadion Gelora Kie Raha pada Selasa (24/2), tim asuhan Hendri Susilo harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor 2-3. Tambahan hasil negatif itu membuat rekor kalah kandang Malut United menjadi tiga kali musim ini.
Meski demikian, David Da Silva dan kolega tetap menyandang status sebagai tim paling produktif di kandang dengan torehan 31 gol. Agresivitas tetap menjadi identitas, meskipun lini pertahanan belum sepenuhnya stabil.
Jika Malut United unggul dalam agresivitas kandang, maka dominasi tandang menjadi milik Bali United FC. Dari 11 laga away musim ini, Bali United telah mencetak 23 gol—menjadikannya tim paling produktif saat bermain di markas lawan.
Catatan tersebut melampaui perolehan gol tandang Persija dan PSIM Yogyakarta yang sama-sama mengoleksi 19 gol. Sementara dua tim papan atas lainnya mencatat 18 gol tandang, dan Persib sendiri membukukan 17 gol saat bermain di luar kandang.
Data ini menunjukkan kontras menarik: Persib sangat solid dan sempurna di kandang, tetapi bukan yang paling agresif. Sebaliknya, Malut United lebih eksplosif meski tidak selalu konsisten hasilnya. Di sisi lain, Bali United tampil lebih berani saat jauh dari rumah.
Dengan kompetisi yang semakin memasuki fase krusial, keseimbangan antara efektivitas, konsistensi, dan produktivitas akan menjadi penentu dalam perebutan posisi papan atas klasemen BRI Super League 2025/26. []
























