• Latest
  • Trending
6 Menteri Bahas Aceh: KIA Ladong dan KEK Arun Dikupas

6 Menteri Bahas Aceh: KIA Ladong dan KEK Arun Dikupas

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

Dana Asing Kabur dari Bursa RI, BEI BIlang Begini!

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Dua Tahun Prabowo-Gibran 1,3 Juta Warga Miskin Terserap Bekerja di BGN dan 148 Pengusaha Baru Lahir

Anggota DPR RI Gandung Pardiman Tutup Usia

Anggota DPR RI Gandung Pardiman Tutup Usia

Gandung Pardiman Berpulang, Ini Rekam Jejak Politik Legislator Senior Golkar

Gandung Pardiman Berpulang, Ini Rekam Jejak Politik Legislator Senior Golkar

Dirut PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Wafat dalam Usia 58 Tahun

Dirut PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Wafat dalam Usia 58 Tahun

7 Layanan Pajak  yang Bisa Diakses Melalui NIK dan NPWP Yang Dipadankan

Pemerintah Paraf DIM RUU Adminduk, Wamen Komdigi Nezar Patria: Memperkuat Perangkat Regulasi Memasuki Dunia Digital

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Ungkap Modus Penipuan Bidik Pencari Kerja

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Pembangunan PLTS 100 GWp Butuh 2 Juta Pekerja

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Prabowo Tambah Bedah Rumah dari 45 Ribu Jadi 400 Ribu Rumah

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Dua Anak Menteri Mundur dari Tenaga Ahli

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

KA Cepat Whoosh Obral Diskon Tiket Jakarta-Bandung

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

RI Impor BBM dari Singapura

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

6 Menteri Bahas Aceh: KIA Ladong dan KEK Arun Dikupas

by Aspek
April 20, 2021
in BERITA UTAMA, EKONOMI, INFRASTRUKTUR
6 Menteri Bahas Aceh: KIA Ladong dan KEK Arun Dikupas

[Foto: Istimewa]

ASPEK.ID, JAKARTA – Aceh merupakan salah satu daerah yang masuk ke dalam fokus percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah yag dilakukan oleh pemerintah.

Dalam rapat yang diadakan pada Selasa (20/4/2021), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia Kalake menyampaikan tentang kesempatan Aceh untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).

“Aceh memiliki potensi pengembangan EBT yang besar, yaitu mencapai 27,7 megawatt (MW),” katanya.

BacaJuga

Dua Tahun Prabowo-Gibran 1,3 Juta Warga Miskin Terserap Bekerja di BGN dan 148 Pengusaha Baru Lahir

Prabowo Tambah Bedah Rumah dari 45 Ribu Jadi 400 Ribu Rumah

KA Cepat Whoosh Obral Diskon Tiket Jakarta-Bandung

Hotman Paris: Cara Singapura Melawan Indonesia

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Sungai di Cilacap

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Dalam kesempatan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan secara lebih rinci tentang peluang pengoptimalan EBT di Aceh, yaitu sebesar 25,31 gigawatt (GW).

Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.

Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong dengan lahan seluas 67 hektar yang 2.500 hektar di antaranya akan dikembangkan.

Ditargetkan, nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan green industrial park Selain itu, KIA Ladong juga akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh.

“Saran saya, koordinasikan dengan Menteri ESDM dengan Menteri Perindustrian untuk membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah kita kesana, mengingat kita punya potensi EBT yang besar,” pesan Luhut.

Kita juga percaya bahwa pengembangan energi terbarukan di Aceh dapat menjadi primadona karena masyarakat dan industri sudah mulai berpindah dari energi fosil ke EBT.

“Sebagai pendukung KIA Ladong, kami juga berencana untuk mengembangkan sektor transportasi, di antaranya untuk Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Malahayati,” jelas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Selain potensi EBT di Aceh, khususnya di KI Ladong, ada tiga hal lain yang dibahas dalam rapat ini. Pertama, progres pembangunan nasional di Provinsi Aceh, khususnya pembangunan yang masuk ke dalam Major Project dan Prioritas Nasional.

Di Aceh, telah diupayakan pembangunan konektivitas dan aksesibilitas transportasi. Untuk transportasi darat, tindakan yang dimaksud mencakup pembangunan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota yang seluruhnya memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Rute Langsa-Lhokseumawe-Sigli juga perlu menjadi perhatian,” ingat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil di dalam rakor yang sama.

Hal ini sesuai instruksi presiden yang menyatakan bahwa setidaknya satu jalur Trans Sumatera harus selesai pada kuartal pertama 2024.

Telah dibangun pula enam dermaga penyeberangan, yakni Ulee Lheue, Balohan, Lamteng, Sinabang, Labuhan Haji, dan Singkil.

Ada pula sembilan pelabuhan laut, yaitu Sabang, Malahayati, Krueng Geukueh, Kuala Langsa, Calang, Meulaboh, Sinabang, Tapak Tuan, dan Singkil.

Pesawat pun telah tersedia untuk rute penerbangan domestik maupun internasional. Progres pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoukseumawe juga dikulik dalam rapat ini.

Update kondisi usaha atau kegiatan ekonomi di lokasi KEK dan infrastruktur penunjang di sekitarnya seluas 2.622,48 hektar perlu menjadi perhatian.

Kegiatan utama di lokasi ini, meliputi pembangunan dan pengelolaan kawasan, industri energi, industri petrokimia, industri pengolahan kelapa sawit, dan logistik yang akan melibatkan 40.000 orang pada tahun 2027.

“Di dekat KEK Arun juga terdapat Bandara Malikul Saleh yang direncanakan untuk diperpanjang runway-nya,” tambah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tidak lupa, rapat juga membahas tentang investasi di Kepulauan Banyak yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil.

“Saya yakin ini dapat kasih kontribusi banyak bagi perekonomian Aceh,” sebut Menko Luhut.

Nantinya, Uni Emirat Arab (UEA) akan menanamkan investasi senilai kurang lebih USD 500 juta. Untuk menunjang investasi tersebut, diperlukan pembangunan infrastruktur yang mumpuni, seperti pendirian Pelabuhan Singkil dan Bandara Syekh Hamzah Fansyuri.

Mengomentari hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan memastikan proyek besar di Kabupaten Singkil sebagai destinasi utama daerah pengembangan pariwisata baru di Indonesia ini dapat terealisasi.

“Karena ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan,” sebutnya secara optimis.

Secara garis besar, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun mendukung pembangunan infrastruktur di Provinsi Aceh, termasuk pembuatan tambak udang di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang yang ditargetkan rampung tahun 2021.

Titik ini diharapkan dapat meningkatkan sektor ekonomi dengan menghasilkan udang sebanyak 2 juta ton.

Selain sektor perikanan budidaya, produksi pertanian dan kehutanan di Aceh menurut lapangan usaha tahun 2020 pun mencapai 30,98 persen.

“Hal ini mengindikasikan bahwa pertanian di Aceh juga berkontribusi bagi perekonomian nasional,” papar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Sebagai informasi, rapat juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Sekretaris Jenderal Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kemudian juga ada Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta perwakilan kementerian/lembaga (K/L) terkait.

Komentar
Share99Tweet62SendShareShare17Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

ASPEK.ID. PIDIE - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin rilis pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara....

RI Beli LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 T

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

ASPEK.ID, JAKARTA– Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eisha M Rachbini, Ph.D., menegaskan bahwa ekonomi Indonesia...

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

ASPEK,ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai filosofi ekonomi Indonesia selama ini sudah menyimpang dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In