ASPEK.ID, JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk akan mengajukan permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun untuk tahun 2021.
Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho dalam keterangannya mengatakan, pengajuan permohonan PMN sebesar Rp3 trilliun untuk tahun anggaran 2021 dalam rangka mempertahankan kepemilikan saham Pemerintah sebagai pengendali perseroan.
“Adapun sisa kebutuhan sekitar Rp 2,9 trilliun akan berasal dari dana publik,” kata Parwanto, Jum’at (21/2).
Dijelaskan Parwanto, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang konstruksi tersebut membutuhkan ekuitas sekitar Rp 6 triliun untuk pengembangan sejumlah proyek infrastruktur.
PT adhi Karya (Persero) dikatakannya juga berencana menerbitkan saham baru atau rights issue untuk menambah ekuitas yang dibutuhkan itu.
“Untuk memenuhi pendanaan tersebut, Adhi berencana untuk melakukan penambahan ekuitas dengan skema rights issue,” katanya.
Pada periode 2020-2024 ini, PT Adhi Karya (Persero) merencanakan beberapa investasi dalam bidang infrastruktur.
Tidak hanya sebagai bentuk pengembangan peluang bisnis, tetapi juga sebagai partisipasi pada program pemerintah yang berfokus pada pembangunan infrastruktur nasional dan investasi sebagai pembuka kesempatan.
PT Adhi Karya (Persero) merupakan pemrakarsa dari beberapa proyek di antaranya Tol Solo-Yogyakarta, Jalan Tol Solo-Bawen, Tol 6 Ruas Dalam Kota Jakarta, Tol JORR Elevated, Prasarana Kereta Api Loop Line Jakarta, Pengadaan Air Bersih dari Bendungan Karian untuk Jakarta Barat dan Tangerang Selatan serta pengolahan limbah
























