ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II atau Pelindo II (Persero) menyatakan bahwa trafik kapal rute domestik dan internasional yang masuk ke pelabuhan yang dikelola perseroan sedang menurun.
Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), Arif Suhartono dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jum’at (13/3) mengatakan bahwa penurunan itu berkisar 6,5 persen untuk internasional dan 1 persen untuk domestik.
Arif Suhartono yang baru saja menjabat sebagai pucuk pimpinan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang operator pelabuhan itu mengakui, meski trafik atau lalu lintas kapal yang masuk ke pelabuhan menurun namun pihaknya belum melakukan penolakan kapal masuk.
“Trafik sedikit mengalami penurunan untuk internasional, sekitar 6,5 persen dibanding tahun 2018. Untuk trafik domestik turun sekitar 1 persen,” kata Arif Suhartono.
Mayoritas penurunan trafik barang dari internasional itu berasal dari China dengan angka yang berhasil dicatatkan pada periode Januari-Februari pada 2019 mencapai 741.543 teus.
Sedangkan pada periode Januari-Februari 2020, dikatakan Arif Suhartono sebesar 692.190 teus.
“Sebagian besar (penurunan) berasal dari China, Jepang masih stabil,” kata dia.
Profil PT Pelindo II
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang lebih dikenal dengan Pelindo II atau IPC, adalah salah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang logistik, secara spesifik pada pengelolaan dan pengembangan pelabuhan.
Saat ini, Pelindo 2 mengoperasikan 12 Pelabuhan yang berada di 10 Provinsi Indonesia mulai dari Sumatera Barat hingga Jawa Barat.
Pelindo 2 menjadi salah satu BUMN strategis dimana seluruh pelabuhan yang dikelola memiliki posisi yang signifikan dalam keterhubungan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut.















