ASPEK.ID, JAKARTA – Virus Corona atau Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia memang memiliki dampak yang luar biasa bagi seluruh sendi kehidupan, tak terkecuali bagi perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah mata uang rupiah.
Mengutip data Bloomberg Dollar Index, Senin (23/3) pukul 09.55 WIB, rupiah telah berada di level Rp 16.550 per dolar Amerika Serikat.
Nilai ini turun sebanyak 3,69 persen jika dibandingkan saat penutupan perdagangan pada Jum’at (20/3) di level Rp 15.960 per dolar Amerika Serikat.
Posisi ini membuat rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia dimana rupiah sudah anjlok 19,35 persen pada tahun ini.
Tidak hanya itu, rupiah juga mendekati posisi terburuk yang pernah ditempati sepanjang sejarah, yakni di level Rp 16.650 per dolar Amerika Serikat pada 17 Juni 1998 silam.
Sejak diidentifikasi pertama kali pada 30 Desember 2019 lalu di Wuhan, China, hingga Minggu (22/3) telah terjadi 307.720 kasus virus Corona di seluruh dunia.
Dari jumlah sebanyak itu, sebanyak 13.054 orang dilaporkan telah meninggal dunia dan 95.797 pasien di antaranya berhasil sembuh (worldmetters.info).
Jumlah korban yang positif terinfeksi virus Corona di Indonesia saat ini juga bertambah menjadi 514 kasus dan angka kematian menjadi 48 orang per Minggu (22/3).
Sementara itu, jumlah pasien positif yang sembuh bertambah sebanyak sembilan orang menjadi 29 orang.
























