ASPEK.ID – McLaren dilaporkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.200 staf dan pekerja mereka, sebagai bagian dari restrukturisasi besar bisnis ini.
Langkah ini dilakukan setelah pandemi virus corona atau Covid-19 dan kedatangan batas biaya di F1 dari tahun depan.
Tim mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan memulai periode konsultasi dengan staf untuk menyelesaikan langkah-langkah yang akan diambil, tetapi sebuah pernyataan mengatakan pihaknya memperkirakan akan ada 1.200 redundansi di seluruh grup.
“Tapi kami sekarang tidak punya pilihan lain selain mengurangi ukuran tenaga kerja kami,” kata pimpinan McLaren, Paul Walsh dalam sebuah pernyataan, dikutip dari sejumlah media Inggris.
Sebelumnya, McLaren Automotive telah menangguhkan produksi di fasilitas manufaktur Inggris dengan sejak Maret lalu.
Tindakan itu diambil untuk memastikan keselamatan tenaga kerja McLaren sesuai dengan saran pemerintah setempat dan agar perusahaan berada pada posisi yang tepat untuk melanjutkan operasi semulus mungkin di masa depan.
Pemangkasan pekerja 1.200 orang itu terbilang masif bagi McLaren yang sekarang total mempekerjakan 1.400 orang.
Divisi teknologi McLaren telah mengalihkan fokus ke aliran pendapatan pertumbuhan tinggi, sementara itu diharapkan penjualan mobil jalan perusahaan akan didorong oleh pengiriman supercar 765LT baru pada bulan Oktober dan Elva, speedster top terbuka ultra-eksklusif.
























