• Latest
  • Trending
Tiga Serangkai ‘Solo Connection’ di Tampuk RI

Tiga Serangkai ‘Solo Connection’ di Tampuk RI

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Menhut Prioritaskan Kalbar dan Kalteng, Hotspot Karhutla Naik

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

500 Konsumen Pilih Hunian Perumnas di Danantara Housing Expo 2026

BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Kemayoran, 33 Unit Damkar Dikerahkan

Dua Pemicu Dominan Kebakaran di Jakarta

Menteri PU Targetkan Tol Trans Sumatra Tersambung Paling Lambat 2028

Menteri PU Targetkan Tol Trans Sumatra Tersambung Paling Lambat 2028

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Berakhir di Zona Merah, Ditutup di Level 6.595

Kapolda Metro Jaya Kini Bintang Tiga, Wakapolda Dekananto Ikut Naik Pangkat Jadi Irjen

Kapolda Metro Jaya Kini Bintang Tiga, Wakapolda Dekananto Ikut Naik Pangkat Jadi Irjen

2 Pria Pembawa Molotov Diamankan saat Demo Mahasiswa di Jakarta

Polisi Buru Aktor Intelektual di Balik Kericuhan 27 Agustus

RI Belum Swasembada Garam, Ini Penyebabnya

RI Target Stop Impor Garam pada 2029

5 Holding BUMN Belum Gandeng Ditjen Pajak

DJP Bongkar Modus Perusahaan Baja Hindari Pajak

RI Belum Swasembada Garam, Ini Penyebabnya

RI Bidik Stop Impor Garam pada 2029, Produksi Digenjot hingga 5 Juta Ton

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Bertambah Jadi 566 Orang

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, September 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Tiga Serangkai ‘Solo Connection’ di Tampuk RI

by Aspek
Januari 14, 2021
in BERITA UTAMA, OPINI, POLITIK, TERPOPULER
Tiga Serangkai ‘Solo Connection’ di Tampuk RI

[Foto: Ist/HO]

ASPEK.ID, JAKARTA – Dulu di masa order baru atau era 1980-an, ada buku pelajaran yang tersebar dari Aceh hingga ke Papua. Penerbitan itu bernama Tiga Serangkai dan buku-buku itu menjadi bahan pelajaran bagi murid SD, SMP dan SMA.

Buku-buku terbitan TS – inisial Tiga Serangkai – kala itu sangat terkenal dan guru-guru ikut merekomendasikan sebagai bahan tambahan pelajaran atau pelengkap dari buku-buku terbitan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Begitulah karya-karya terbitan TS merajalela di nusantara. Melalui dunia buku, pada masa itu penerbitan itu menguasai Indonesia melalui lembaran halaman buku.

BacaJuga

Gunung Sinabung Erupsi, 2.451 Warga Karo Dievakuasi dari Dua Desa

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Jokowi Minta PSI Percepat  Selesaikan Pengurus Hingga ke Desa

Survei Median: Elektabilitas Prabowo 32,4 Persen Unggul di 4 Wilayah

Prabowo Mencium Tangan Rais Aam Usai Terima Kartu NU

Prabowo Kembali ke Jombang Tutup Muktamar NU

Sejarah menjadi raksasa dari kabupaten ke tingkat nasional itu kemudian berlanjut saat Wali Kota Solo Joko Widodo bertarung ke Pilkada DKI Jakarta saat Jokowi memperkenalkan gaya ‘blusukan’ dan ‘kotak-kotak’.

Ada peran sejumlah orang diantaranya Ketua Umum PDIP Megawati, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo dan lain-lain yang mengusung Jokowi melawan petahana Fauzi Bowo.

Ada keraguan bahwa calon dari kabupaten/kota bisa menang di ibu kota negara. Hasilnya, Jokowi mampu memenangkan Pilkada DKI jakarta. Kemenangan di tingkat provinsi menjadi inspirasi bagi peserta kandidat yang menetap di kabupaten atau kota untuk maju di Pilkada Provinsi.

Selanjutnya kita paham, dari level Gubernur, Jokowi kemudian berhasil menjadi  presiden. Sahabat-sahabat Jokowi semasa masih menjadi Wali Kota Solo yang sudah dipercaya kemudian ditarik ke lingkaran Istana Kepresidenan.

Jokowi dinilai merupakan sosok yang mengingat mitranya  ketika menjabat Wali Kota Solo. Sebut saja Panglima TNI Marsekal Hadi yang dulu pernah menajbat Danlanud Adi Sumarmo, Solo pada 2010-2011. Kedekatan ini lah yang menimbulkan chemistry Hadi dengan Jokowi.

Berturut-turut kemudian selepas dari Solo, Hadi menjadi Perwira Menengah Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (2011), Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (2011-2013) dan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (2013–2015).

Dia lalu menjadi Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh (2015), Sekretariat Militer Presiden (2015-2016) Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (2016-2017) Kepala Staf TNI Angkatan Udara (2017-2018) dan akhirnya menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (2017-sekarang)

Hal serupa  juga dialami oleh Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang selangkah lagi akan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada Februari 2021.

Listyo melompati sejumlah nama yang sebelumnya diserahkan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden Jokowi.

Mereka adalah Komjen Pol Gatot Edy Pramono (Wakapolri), Komjen Pol Boy Rafly Amar (Kepala BNPT), Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim), Komjen Pol Arief Sulistyanto (Kalemdiklat) dan Komjen Pol Agus Andrianto (Kabaharkam).

Listyo merupakan jenderal paling junior diantara nama-nama lain yang direkomendasikan. Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisan (Akpol) 1991. Sedangkan empat ‘rivalnya’ adalah abang letting atau seniornya Listyo.

Gatot Edy Pramono merupakan lulusan Akpol 1988 A, Boy Rafli Amar lulusan Akpol 1988 A, Agus Andrianto lulusan Akpol 1989 dan Arief Sulistyanto lulusan Akpol 1987. Sedangkan Idham Azis sendiri lulusan Akpol 1988 A.

Kedekatan Listyo dengan Jokowi sudah terbina sejak lama saat sebagai Kapolres Solo dengan pangkat Kombes, dan Jokowi menjabat Wali Kota Solo. Kala itu, mereka menangani krisis dari peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Solo pada 25 September 2011.

Dari Solo hubungan mereka kembali dekat dan berlanjut saat Jokowi menjadi presiden pada 2014. Dia menjadi ajudan Jokowi selama dua tahun dan dipromosikan sebagai Kapolda Banten pada Oktober 2016.

Listyo yang beragama Katolik  mampu menjaga hubungan harmonis dengan ulama Banten. Dari Banten, pangkat Listyo kemudian menjadi bintang dua (Irjen) dan selanjutnya diangkat sebagai Kadiv Propam.

Bintang di pundaknya naik setingkat lebih tinggi saat ia dilantik sebagai Kabareskrim pada 6 Desember 2019 menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang diangkat menjadi Kapolri.

Selama jadi Kabareskrim-minimal-ada dua kasus besar yang ditanganinya yakni menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dan membawa terpidana kasus Bank Bali Djoko Tjandra dari Malaysia ke Indonesia.

Dua serangkai dari Solo akan menjadi tiga serangkai dengan dilantiknya Listyo menjadi Kapolri. Tiga serangkai di tampuk Indonesia yang akan melewati badai Covid pada 2021, terorisme serta kegaduhan jelang pilpres 2024 – minus Hadi yang akan pensiun.

Tiga persahabatan yang sudah terbina sejak bertahun-tahun ini dimilai akan memudahkan Jokowi menahkodai Indonesia. Panglima TNI dan Kapolri adalah posisi yang sangat penting agar kapal Indonesia bisa melewati berbagai karang dan hantaman ombak baik itu dari dalam dan luar negeri. []

Redaksi

Komentar
Share66Tweet41SendShareShare11Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Jokowi Minta PSI Percepat  Selesaikan Pengurus Hingga ke Desa

  ASPEK.ID,  SOLO- Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) segera menyelesaikan struktur kepengurusan hingga tingkat...

Kapolri Beberkan Kronologi Aksi Teroris Penyerang Mabes Polri

Kapolri Mutasi & Rotasi 259 Perwira AKBP dan Kombes

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kapolri kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Korps Bhayangkara. Sebanyak 259 Perwira Tinggi (Pati)...

Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat

Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat

ASPEK. ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di tingkatan Perwira Tinggi (Pati)...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In