ASPEK.ID, JAKARTA – Belum genap usia 38 tahun ketika Anindya Bakrie menjabat CEO Bakrie Telecom dan Visi Media Asia (ANTV, tvOne, dan VIVAnews). Anindya tidak merasakan kesusahan hidup seperti yang dialami oleh kakeknya Ahmad Bakrie. Sejak kecil sudah merasakan jadi anak hartawan. Sang ayah Ical mendidik anak-anaknya mampu melanjutkan bisnis hingga generasi selanjutnya seperti perusahaan-perusahaan di Jepang atau Eropa yang bertahan hingga berabad-abad. ARB tergiang-giang slogan atau mitos di generasi ketiga, perusahaan bangkrut
Generasi Ketiga
Secara perlahan, Ical mendelegasikan kepercayaan kepada Anin – panggilan akrab Anindya – kelahiran 10 November 1974 mengurus puluhan anak-anak perusahaan. Pada Juli 2014, Pemegang Saham PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA) sepakat menunjuk Anindya Novyan Bakrie sebagai Presiden Direktur perseroan menggantikan Erick Thohir. Anindya menjadi Presiden Komisaris PT Bakrie Telecom Tbk dan CEO PT Bakrie Global Ventura. Setiap zaman memiliki tantangan dan peluang sendiri dalam merumuskan dan menyelesaikan persoalan. Anindya menyebutkan tantangan pengusaha seperti nelayan melaut. Jika takut gelombang laut, maka jangan melaut
Putra pertama ARB itu menyebutkan tiga kunci pengusaha sukses berbisnis yakni keberanian mengambil risiko., menjaga reputasi dan kepercayaan, dan terakhir membangun komunikasi yang baik dengan semua stakeholder terkait.
Seperti Ahmad Bakrie yang mempersiapkan putra mahkota kerajaan bisnis ke putra pertamanya Aburizal berlangsung dengan harmonis, giliran ARB melepaskan tongkat estafet perusahaan kepada putra sulungnya Anindya berjalan baik.
Mereka ingin mematahkan motto anonim ini generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, dan generasi ketiga bikin bangkrut






















