ASPEK.ID, JAKARTA – Tahun lalu, durasi puasa ramadhan Ramadhan berkisar antara 11 hingga 20 jam, tergantung lokasi. Tahun ini, durasi tersebut tak jauh berbeda.
Jadwal matahari terbit dan terbenam tahun ini perbedaanya tak signifikan dari 2020. Pada akhir Ramadhan, setiap harinya akan menjadi sedikit lebih lama daripada awal Ramadhan.
Dan di beberapa negara bahkan durasi puasanya menjadi lebih pendek saat memasuki akhir Ramadhan.
Dilansir dari The National News dan Gulf News, Senin (12/4), berikut ini daftar durasi puasa di berbagai negara dari yang tersingkat hingga terlama;
-Selandia Baru, Argentina, Afrika Selatan: 11.5 jam
-Singapura, Indonesia: 13.5 jam
-Senegal : 14 jam
-Thailand: 14 jam
-India, Hong Kong, Oman, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab: 15 jam
-Mesir, Yerusalem, Kuwait: 15.5 jam
-Jepang, Maroko, Pakistan, Iran, Libanon, Amerika Serikat: 16 jam
-Spanyol, China, Turki: 16.5 jam
-Prancis, Rusia, Kanada, Afghanistan: 17 jam
-Swiss: 18 jam
-Polandia, Inggris: 18.5 jam
-Jerman: 19 jam
-Norwegia, Finlandia, Greenland: 20 jam
-Rusia 20 jam 45 menit
Fatwa berpuasa di negara-negara yang waktu matahari terbenam dan matahari terbitnya terlalu dekat (kurang dari 3 jam) atau tidak dapat dibedakan.
Para ulama menganjurkan mereka mengikuti patokan waktu sahur dan berbuka di negara lain, seperti di Arab Saudi.
























