ASPEK.ID, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil memenangkan tender pembangunan Masjid Sheikh Zayed di kota Solo, Jawa Tengah.
PT Waskita Karya merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus salah satu perusahaan terkemuka yang memiliki reputasi sejak lama dalam bidang konstruksi di Indonesia dan berdiri sejak tahun 1961.
Perusahaan ini telah membangun berbagai macam proyek dan bangunan penting, antara lain Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Gedung Bank Indonesia, Kantor Pusat Bank Mandiri, Hotel Shangrilla Jakarta, dan sejumlah komplek, jembatan dan jalan tol di Indonesia.
Diketahui, proyek yang baru saja dimenangkan tersebut merupakan bantuan dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Kedutaan UEA di Jakarta dalam keterangannya mengatakan bahwa, Masjid Sheikh Zayed di Solo ini merupakan simbol bagi hubungan persaudaraan dan kerjasama yang erat antara UEA dan Indonesia dalam bidang keislaman
Masjid Sheikh Zayed di kota Solo merupakan versi yang lebih kecil dari Masjid Agung Zayed Al Nahyan di ibukota Abu Dhabi, yang merupakan bangunan Islam yang megah dan mencerminkan budaya islam, ajaran dan nilai-nilainya yang toleran.
Selain itu, juga menjadi pusat bagi kegiatan agama Islam sekaligus merupakan karya besar dalam seni arsitektur Islam modern.
Masjid Sheikh Zayed Solo akan dibangun di atas tanah seluas tiga hektar di Desa Gilingan, Banjarasari, Solo, Jawa Tengah dan akan menampung 10 ribu jamaah, dimana pembangunannya akan berlangsung selama satu setengah tahun.
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia H.E. Abdulla Salim AlDhahiri menjelaskan bahwa masjid Sheikh Zayed di Kota Solo mempunyai seni arsitektur Islam modern dan merupakan simbol persahabatan antara UEA dan Indonesia, menjadi menara Islam di Nusantara sekaligus simbol bagi moderasi dalam beragama.






















