• Latest
  • Trending

Sriwijaya Air Diminta Stop Operasi dan Berhenti Terbang

Aset Keuangan Islam Meningkat 3 Kali Lipat Pasca Krisis Global

Sri Mulyani Lulus Seleksi Pimpin Penghimpunan Dana untuk Negara Miskin

PPATK Sebut Lebih 1.000 Oknum Anggota Dewan Terlibat Judi Online, akan Lapor ke MKD

Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Judi Online, Deposit Tembus Rp1,02 T

11 Bulan Tak ke Kantor, Sri Mulyani Mau Sewakan Kantor Kemenkeu

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Jadi Co-Chair IDA22, Ini Tugasnya

PSS Sleman Resmi Kembali ke Kasta Tertinggi

PSS Sleman Siapkan Skenario Antisipasi Padatnya Jadwal Musim 2026/27

Bupati Edison Tiba di KPK Setelah OTT, Penyidik Telah Tetapkan Tersangka

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Muara Enim

Telkom Cari 1.000 Karyawan, Ada Anak Usaha BUMN dan Swasta

Peserta MagangHub Mencapai 400 Ribu, Kuota Hanya 50 Ribu

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Kejati Aceh Tangkap Buronan di Sumut, Sempat Berpindah-pindah Hindari Eksekusi

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Sampah Jakarta 9.059 Ton/Hari, Mayoritas Sisa Makanan

Sampah Bungkus Mi Instan dari Indonesia Ditemukan di Afrika

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Ekonom:  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat ke 5,18 Persen

Dato Sri Tahir Bantah Soal Kredit Jumbo Bank Mayapada

10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes 2026

CPNS Buka Lowongan Kerja di 8 Instansi pada Juni

DPR Pastikan Tak Ada Gaji ASN Dipotong & Mem-PHK PPPK

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Sriwijaya Air Diminta Stop Operasi dan Berhenti Terbang

by Zamzami Ali
September 30, 2019
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, TERPOPULER

ASPEK.ID, JAKARTA – Maskapai Sriwijaya Air direkomendasikan untuk menghentikan layanan operasionalnya karena dianggap tidak laik terbang.

Dalam salinan surat Sriwijaya Air yang ditujukan kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I. Jauwena, Nomor: 096/DV/INT/SJY/IX/2019 ada beberapa hal yang menyebabkan keluarnya rekomendasi tersebut.

Dilansir laman Detik dari surat tersebut, Senin (30/9/2019), rekomendasi ini muncul setelah dilakukan pengawasan dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPU), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

BacaJuga

Sri Mulyani Lulus Seleksi Pimpin Penghimpunan Dana untuk Negara Miskin

Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Judi Online, Deposit Tembus Rp1,02 T

Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Jadi Co-Chair IDA22, Ini Tugasnya

PSS Sleman Siapkan Skenario Antisipasi Padatnya Jadwal Musim 2026/27

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Muara Enim

Peserta MagangHub Mencapai 400 Ribu, Kuota Hanya 50 Ribu

Baca Juga: Citilink Resmi Gugat Sriwijaya Air

Salah satunya setelah diberhentikannya pelayanan line maintenance oleh GMF Aero. Hal itu membuat Sriwijaya Air dianggap tak memenuhi standar keamanan.

Dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi bersama Direktur Teknik pada 28 September 2019 untuk mendengar laporan dari pelaksana di lapangan, serta laporan dari inspector DGCA yang terus mengawasi.

Dari laporan tersebut diketahui bahwa ketersediaan tools, equipment, minimum spare dan jumlah qualified engineer yang ada ternyata tidak sesuai dengan laporan yang tertulis dalam kesepakatan yang dilaporkan kepada Dirjen Perhubungan Udara dan Menteri Perhubungan.

Baca Juga: GMFI dan Pertamina Tagih Utang Sriwijaya, Efek Perombakan Direksi?

Termasuk bukti bahwa Sriwijaya Air belum berhasil melakukan kerja sama dengan JAS Engineering atau MRO lain terkait dukungan Line Maintenance.

Hal ini berarti Risk Index masih berada dalam zona merah 4A yang artinya tidak dapat diterima dalam situasi yang ada. Index itu menganggap bahwa Sriwijaya Air kurang serius terhadap kesempatan yang telah diberikan pemerintah untuk melakukan perbaikan.

Dengan pertimbangan tersebut, maka pemerintah dinilai sudah mempunyai cukup bukti dan alasan untuk menindak Sriwijaya Air setop operasi karena berbagai alasan tersebut.

Baca Juga: Logo Garuda Indonesia di Sriwijaya Air Dicabut

Sehubungan dengan hal itu setelah didiskusikan, maka direkomendasikan Sriwijaya Air menyatakan setop operasi atas inisiatif sendiri.

Sebelumnya, kabar kemungkinan berhentinya operasional Sriwijaya Air tersiar beberapa hari yang lalu. Namun, Direktur Komersial Sriwijaya Air Group Rifai Taberi membantah hal tersebut dan Sriwijaya Air dan NAM Air dikatakannya masih beroperasi secara normal.

“Informasi (stop operasi) itu tidak benar. Hingga saat ini, Sriwijaya Air dan NAM Air masih beroperasi dan tetap melayani pelanggan dan reservasi pun masih tetap dibuka,” kata Rifai Taberi, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Utang Sriwijaya Air ke GMF AeroAsia Capai USD 52,5 Juta

Disebutkan Rifai, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun mitra kerja dan mitra usaha agar khawatir dalam memilih pelayanan penerbangan bersama Sriwijaya Air dan NAM Air.

“Kami masih berkomitmen untuk menjaga seluruh kegiatan operasional maupun pelayanan penerbangan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam setiap penerbangan,” pungkasnya.

PT Sriwijaya Air lahir sebagai perusahaan swasta yang didirikan oleh Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim. Beberapa tenaga ahli yang turut menjadi pionir berdirinya Sriwijaya Air diantaranya adalah Supardi, Capt. Kusnadi, Capt. Adil W, Capt. Harwick L, Gabriella dan Suwarsono.

Pada 10 November 2003, Sriwijaya Air memulai penerbangan perdananya dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkalpinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP dan Jakarta-Pontianak PP.

Maskapai Sriwijaya Air sejak tahun 2007 hingga saat ini tercatat sebagai salah satu maskapai penerbangan nasional yang memiliki standar keamanan nomor 1 di Indonesia.

Komentar
Share95Tweet54SendShareShare15Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Buka Isi FDR Black Box Sriwijaya Perlu 2-5 Hari

Setelah Sriwijaya Air Jatuh, Boeing Didesak Periksa Tipe 737

ASPEK.ID, JAKARTA - Amerika Serikat (FAA) memerintahkan produsen pesawat Boeing untuk memeriksa jenis 737 generasi lama, setelah kecelakaan Sriwijaya Air...

Penampakan Sriwijaya Air SJ182 Saat Masih Mengudara

16 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Gugat Boeing

ASPEK.ID, JAKARTA - Pabrikan pesawat raksasa dunia, The Boeing Company, menghadapi tuntutan hukum di Seattle terkait dugaan tidak berfungsinya sistem...

Sriwijaya Air ‘Pulangkan’ 11 Karyawan Garuda Indonesia

Pesawat Dilarang Terbang, Sriwijaya Air Minta Perhatian Pemerintah

ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Henoch Rudi Iwanudin mengatakan, pihaknya dapat memahami bahwa pertimbangan pemerintah dalam menetapkan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In