• Latest
  • Trending

Utang Sriwijaya Air ke GMF AeroAsia Capai USD 52,5 Juta

CPNS Buka Lowongan Kerja di 8 Instansi pada Juni

DPR Pastikan Tak Ada Gaji ASN Dipotong & Mem-PHK PPPK

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: Arus Dana Asing Net Buy Rp1,62 triliun Selama Juli

RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

RI Hapus 5 Juta Akun Anak Lampaui Capaian TikTok Australia

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Hilirisasi Sawit Strategis Dongkrak Ekspor Indonesia

Penduduk Indonesia Kini 290,1 Juta Jiwa

Penduduk Indonesia Kini 290,1 Juta Jiwa

Hashim Buka-Bukaan, Ini Strategi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026

Hashim Tegaskan Indonesia Aman untuk Investasi

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

Lantik 14 Kajati, Jaksa Agung Soroti Disiplin hingga Disinformasi

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

PT Multi Artha Pratama Tidak Memiliki Hubungan dengan Tan Kian

PT Multi Artha Pratama Tidak Memiliki Hubungan dengan Tan Kian

KKP Tangkap 6 Kapal Ikan Ilegal Vietnam di Natuna

KKP Tangkap 92 Kapal Illegal Fishing Selamatkan Kerugian Rp 760 Miliar

Laba Toyota Anjlok 74 Persen

Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke RI, Berikan Insentif yang Diminta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Utang Sriwijaya Air ke GMF AeroAsia Capai USD 52,5 Juta

by Aspek
September 27, 2019
in EKONOMI

ASPEK. ID, JAKARTA –   mengatakan PT Sriwijaya Air Group saat ini memiliki utang kepada PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk sebesar US$52,51 juta per 30 Juni 2019.

Jumlah tersebut merujuk pada laporan keuangan perseroan semester I/2019 yang telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia. Direktur Keuangan Garuda Maintenance Facility AeroAsia Edward Okky menolak untuk memberikan detail masa jatuh tempo penagihan utang kepada Sriwijaya.

Baca Juga: “Bersih-bersih” Orang Garuda, Citilink Panggil Sriwijaya

BacaJuga

DPR Pastikan Tak Ada Gaji ASN Dipotong & Mem-PHK PPPK

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

Hilirisasi Sawit Strategis Dongkrak Ekspor Indonesia

Hashim Tegaskan Indonesia Aman untuk Investasi

Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke RI, Berikan Insentif yang Diminta

Purbaya Suntik Rp400 T ke Bank Himbara, Siap Tambah Lagi Kalau Kurang

“Saya tidak bisa disclose, ada aturan kerahasiaan informasi,” paparnya disalin dari bisnis, Kamis (26/9/2019).

Sementara itu Corporate Secretary Garuda Maintenance Facility AeroAsia Maryati menolak menanggapi kabar tentang penagihan dan penolakan permohonan penundaan pembayaran utang Sriwijaya.

“Hal tersebut mengenai B to B dengan customer, tidak etis kalau kami sampaikan ke pihak lain,” ungkapnya.

Baca Juga: Logo Garuda Indonesia di Sriwijaya Air Dicabut

Garuda Indonesia Group, melalui anak perusahaannya Citilink Indonesia, mengambil langkah strategis dengan cara mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.

Keputusan itu diambil karena Sriwijaya Air memiliki beban tanggungan ke beberapa BUMN di antaranya PT Pertamina sebesar Rp 942 M, PT GMF AeroAsia Tbk senilai Rp 810 M dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rp 585 M.

Baca Juga: GMFI dan Pertamina Tagih Utang Sriwijaya, Efek Perombakan Direksi?

Sriwijaya Air juga memiliki utang spare parts senilai US$ 15 juta, dan kepada PT Angkasa Pura II senilai Rp 80 M, serta PT Angkasa Pura I sebesar Rp 50 M.

Sebelumnya, hubungan Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air memanas saat Dewan Komisaris Sriwijaya Air memutuskan untuk melakukan perombakan di jajaran direksi.

Komentar
Share27Tweet17SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dirut Garuda Kemungkinan Besar ‘Diimpor’, Komisaris Ada Penyegaran

Penjelasan Garuda Bakal Gabung ke InJourney

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk jelaskan rencana penggabungan perusahaan ke PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau Holding BUMN Industri Aviasi dan...

Garuda Larang Airwheel Masuk Bagasi Pesawat, Mengapa?

Viral penumpang pesawat mengeluhkan koper berbaterai atau airwheel dilarang masuk kabin pesawat Citilink. Terkait ini, ada aturan bawaan bagasi internasional...

Kandidat Kuat Direktur Utama Garuda Indonesia

Pilot Garuda Pamer Tiga Jari, Erick Thohir: BUMN Bukan ASN

Menteri  BUMN  Erick Thohir menilai yang dilakukan pilot Garuda Indonesia dengan berpose tiga jari bersama calon wakil presiden (cawapres) nomor...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In