ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Machmud memaparkan bahwa Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan utama ekspor produk kelautan dan perikanan dari Indonesia.
Hal ini terlihat dari kontribusi sebesar USD772,59 juta atau 44,23 % terhadap total nilai ekspor caturwulan I 2021.
Disusul Tiongkok/China dengan USD246,69 juta atau 14,12% dari total nilai ekspor dan Jepang sebesar USD190,70 juta atau 10,92 %.
“Selanjutnya negara-negara ASEAN sebesar USD189,89 juta (10,87 %), Uni Eropa USD83,64 juta (4,79%), dan Australia sebesar USD38,29 juta (2,19 %),” terang Machmud.
Adapun dari sisi komoditas, udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan disusul tuna–cakalang–tongkol (TCT), cumi–sotong–gurita (CSG), rajungan–kepiting dan rumput laut.
Machmud menambahkan, selama periode Januari – April 2021, nilai ekspor udang mencapai USD725,98 juta atau 41,56 % terhadap total nilai ekspor, kemudian TCT sebesar USD228,55 juta (13,08%).
“CSG sebesar USD178,87 juta (10,24 %), rajungan–kepiting sebesar USD150,86 juta (8,64 %) dan rumput laut sebesar USD93,02 juta (5,33 %),” pungkasnya.























