ASPEK.ID, JAKARTA – Militer Rusia mengatakan salah satu kapal perangnya melepaskan tembakan peringatan dan sebuah pesawat tempur menjatuhkan bom untuk memaksa kapal perusak Inggris menjauh dari daerah di Laut Hitam.
Lokasinya ada di dekat Krimea yang diklaim Moskow sebagai perairan teritorialnya, tetapi Inggris membantah laporan itu dan bersikeras kapalnya tidak ditembaki.
Ini adalah pertama kalinya sejak Perang Dingin Moskow mengakui penggunaan peluru tajam untuk menghalangi kapal perang NATO, yang mencerminkan meningkatnya risiko insiden militer di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat.
Dilaporkan The Associated Press, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan setelah kapal perusak Inggris HMS Defender mengabaikan pemberitahuan terhadap intrusi dan berlayar 3 kilometer (1,6 mil laut) ke perairan teritorial Rusia.
Dikatakan seorang pembom Su-24 Rusia juga menjatuhkan empat bom di depan jalur kapal Inggris untuk membujuknya agar mengubah arah. Beberapa menit kemudian, kapal perang Inggris meninggalkan perairan Rusia, kata kementerian itu
Kementerian Pertahanan mengatakan telah memanggil atase militer Inggris di Moskow untuk memprotes manuver kapal perusak Inggris tersebut.
Kementerian Pertahanan Inggris membantah bahwa Defender telah ditembak atau berada di perairan Rusia.
“Tidak ada tembakan peringatan yang ditembakkan ke HMS Defender,” katanya dalam sebuah pernyataan. “Kapal Angkatan Laut Kerajaan sedang melakukan lintas damai melalui perairan teritorial Ukraina sesuai dengan hukum internasional.” jelas mereka














