Presiden Joko Widodo meresmikan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura pada Sabtu (2/10/2021). PON kali ini digelar di empat wilayah berbeda, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa PON merupakan momentum menunjukkan berbagai kemajuan Papua, terutama pada sektor kesiapan infrastruktur.
Presiden juga menegaskan bahwa PON XX merupakan kesempatan untuk memperkuat persatuan antarmasyarakat.
“PON juga punya makna besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. PON adalah panggung persatuan, panggung kebersamaan,” kata Jokowi pada acara pembukaan PON XX Papua, Sabtu.
Acara pembukaan PON XX Papua dimeriahkan oleh pertunjukan budaya tradisional, dan diisi oleh penampilan para penyanyi asal Papua, seperti Edo Kondologit, Michael Jakarimilena, serta Nowela Elizabeth Auparay. Ketiganya menyanyikan lagu berjudul Aku Papua saat acara pembukaan. Penyanyi lain yang turut memeriahkan acara pembukaan PON XX Papua, yaitu Ruth Sahanaya, Tulus.
Robert Joppy Kardinal, Anggota DPR daerah pemilihan Papua Barat, meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang menyebut bahwa mereka diperlakukan berbeda dengan warga di daerah lain.
“Momentum [PON XX] yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo secara jelas menunjukkan Papua tak dianaktirikan. Jangan ada lagi pemikiran bahwa kita berbeda. Jangan mau dipecah belah,” katanya melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).
Dia menuturkan, pemerintah saat ini menaruh perhatian besar terhadap Papua, salah satunya adalah dengan membangun infrastruktur di wilayah tersebut.
“Pemerintah telah menyiapkan Rp40,85 triliun untuk membangun infrastruktur demi mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar pada tahun depan. Itu tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah 2022,” ujarnya.
Dia memerinci sejumlah proyek yang masuk ke dalam anggaran tersebut, antara lain pembangunan jalan trans Papua Merauke–Sorong senilai Rp1,81 triliun dan jembatan udara 37 rute senilai Rp210,72 miliar.
























