• Latest
  • Trending

Jokowi Tekankan Sejumlah Hal Hadapi Perubahan Iklim

2 Pria Pembawa Molotov Diamankan saat Demo Mahasiswa di Jakarta

Demo di Hari Sumpah Pemuda, Hindari Jalan Berpotensi Macet

80 Ribu Warga Israel di Luar Negeri Pulang Demi Ikut Pemilu

80 Ribu Warga Israel di Luar Negeri Pulang Demi Ikut Pemilu

Politisi Singapura Ancam Potong Kabel Internet RI, Menkomdigi Balas Enteng

Politisi Singapura Ancam Potong Kabel Internet RI, Menkomdigi Balas Enteng

Konsorsium BUMN Bangun Pelabuhan Khusus Kargo di Batam

Investor AS Investasi di Batam Rp 8,3 T Terima 1.000 Pekerja

Wapres Gibran Tinjau  Pendangkalan Sungai di Cilacap

Guru Besar Unsoed Apresiasi Wapres Gibran Berdialog dengan Nelayan Cilacap

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

Dana Asing Kabur dari Bursa RI, BEI BIlang Begini!

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

Dua Tahun Prabowo-Gibran 1,3 Juta Warga Miskin Terserap Bekerja di BGN dan 148 Pengusaha Baru Lahir

Anggota DPR RI Gandung Pardiman Tutup Usia

Anggota DPR RI Gandung Pardiman Tutup Usia

Gandung Pardiman Berpulang, Ini Rekam Jejak Politik Legislator Senior Golkar

Gandung Pardiman Berpulang, Ini Rekam Jejak Politik Legislator Senior Golkar

Dirut PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Wafat dalam Usia 58 Tahun

Dirut PNM Periode 2018-2026 Arief Mulyadi Wafat dalam Usia 58 Tahun

7 Layanan Pajak  yang Bisa Diakses Melalui NIK dan NPWP Yang Dipadankan

Pemerintah Paraf DIM RUU Adminduk, Wamen Komdigi Nezar Patria: Memperkuat Perangkat Regulasi Memasuki Dunia Digital

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Ungkap Modus Penipuan Bidik Pencari Kerja

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jokowi Tekankan Sejumlah Hal Hadapi Perubahan Iklim

by Zamzami Ali
Maret 30, 2022
in NEWS

Dampak dari fenomena perubahan iklim yang tengah terjadi saat ini semakin mengkhawatirkan, seperti terjadinya peningkatan suhu udara, kenaikan permukaan laut, hingga cuaca dan iklim ekstrem yang makin sering terjadi dan berisiko.

Kondisi ini semakin tidak menguntungkan bagi Indonesia sebagai negara agraris dan kepulauan. Hal ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada Peringatan Hari Meteorologi Dunia ke-72 Tahun 2022, Rabu (30/03/2022) secara daring.

“Sebagai negara agraris dan kepulauan, Indonesia makin tidak diuntungkan dari dampak perubahan iklim ini. Frekuensi, intensitas, dan durasi bencana geohidrometeorologi akan makin meningkat. Daya adaptabilitas tanaman dan produktivitas tanaman semakin menurun, dan ini akan mengancam ketahanan pangan di negara kita,” ujar Presiden.

BacaJuga

Demo di Hari Sumpah Pemuda, Hindari Jalan Berpotensi Macet

Politisi Singapura Ancam Potong Kabel Internet RI, Menkomdigi Balas Enteng

Investor AS Investasi di Batam Rp 8,3 T Terima 1.000 Pekerja

Dua Tahun Prabowo-Gibran 1,3 Juta Warga Miskin Terserap Bekerja di BGN dan 148 Pengusaha Baru Lahir

Gandung Pardiman Berpulang, Ini Rekam Jejak Politik Legislator Senior Golkar

Pembangunan PLTS 100 GWp Butuh 2 Juta Pekerja

Oleh karena itu, dalam peringatan yang mengusung tema “Expose Nasional Monitoring dan Adaptasi Perubahan Iklim 2022” ini Kepala Negara pun menyampaikan sejumlah arahan terkait penanganan perubahan iklim.

“Pertama, perhatikan dengan sangat serius informasi cuaca dan perubahan iklim yang diberikan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan instansi terkait lainnya. Kemudian formulasikan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan cepat, serta siapkan penanganan yang lebih baik untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim,” tegasnya.

Kedua, Presiden meminta jajaran terkait untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang andal di seluruh daerah dengan menyediakan data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara cepat dan akurat. Ini sangat dibutuhkan untuk menyusun mitigasi yang andal dan terukur.

“Manfaatkan artificial intelligence, big data, dan metode asimilasi in situ, technology high performance computing, dan lakukan inovasi teknologi rekayasa sosial dan cara-cara kreatif untuk membangun kesadaran, membangun ketangguhan, membangun partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Ketiga, Kepala Negara menekankan pentingnya untuk menumbuhkan sistem edukasi kebencanaan yang berkelanjutan dengan melakukan edukasi, literasi, dan advokasi berkelanjutan.

Presiden menegaskan, kapasitas dan ketangguhan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim harus terus ditingkatkan agar masyarakat mampu merespons dengan cepat potensi risiko bencana.

“Petani dan nelayan sebagai kelompok rentan terhadap dampak perubahan iklim harus kita berikan pemahaman, kita tingkatkan pengetahuannya agar memiliki kemampuan beradaptasi pada perubahan iklim, tetap dapat bekerja dengan produktif dan aman untuk menjaga ketahanan pangan kita,” imbuhnya.

Selanjutnya, Presiden juga memerintahkan kepada BMKG untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

“Bangun ketangguhan dengan melibatkan berbagai pihak, kolaborasi lintas kementerian/lembaga, kolaborasi dengan swasta dan organisasi sosial, dan berbagai elemen bangsa dalam adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga menekankan agar penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction ke-7 pada bulan Mei nanti di Indonesia dijadikan sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam upaya pengurangan risiko kebencanaan.

“Saya berharap forum dunia ini kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjukkan pada dunia bahwa negara kita adalah salah satu center of knowledge terbaik dalam pengurangan risiko kebencanaan, termasuk dalam mitigasi multi bencana geohidrometeorologi,” tandasnya.

Komentar
Share18Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Sri Mulyani: Perubahan Iklim Ciptakan Kemiskinan Baru 

Pemerintah menyebut perubahan iklim yang terjadi di dunia memiliki dampak sangat serius. Dengan mengutip data World Bank, implikasi perubahan iklim...

Uni Eropa Resmi Resesi

RI Tagih 100 Miliar Dolar AS dari Negara Maju

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menagih komitmen pembiayaan untuk pendaan aksi iklim dari negara maju. Hal ini disampaikan dengan melihat keterbatasan...

G20 Berakhir, Negara Maju Ditagih Rp1.500 Triliun

Negara G20 dalam Leader’s Declaration mendesak negara maju untuk memenuhi komitmen dalam memobilisasi dana sebesar US$100 miliar atau sekitar Rp1.500...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In