Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) DEFEND ID Tahun Buku 2023 yang diadakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, PT DAHANA (Persero) kembali menunjukkan kinerja yang gemilang.
Di tengah situasi industri bahan peledak yang kompetitif, DAHANA berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemain utama dan menorehkan pendapatan usaha sebesar Rp3,9 triliun, meningkat 118,1% dibandingkan tahun 2022.
Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh insan DAHANA, serta dukungan dari pemegang saham, dewan komisaris, dan para konsumen.
Direktur Utama DEFEND ID Bobby Rasyidin mengungkapkan rasa bangganya atas capaian DAHANA.
“Kinerja keuangan kami melonjak naik di tahun 2023, realisasi pendapatan kontrak kami tumbuh 29,65% dari tahun 2022.”
“Dan dari sisi pendapatan usaha tumbuh signifikan sebesar 27,92% dari tahun 2022,” tutur Bobby dalam konferensi pers usai RUPST.
Pada RUPST tersebut, seluruh anggota holding DEFEND ID yang terdiri dari PT Len Industri (Persero), PT DAHANA, PT Dirgantara Indonesia, PT PINDAD, dan PT PAL Indonesia menyampaikan laporan kinerjanya kepada pemegang saham.
Plt. Direktur Utama PT DAHANA Ahyanizzaman melaporkan pencapaian kinerja perusahaan pada tahun anggaran 2023 dengan pendapatan usaha terealisasi 3,9 triliun.
Dia juga menyebutkan, meskipun industri bahan peledak berada dalam situasi persaingan yang sangat ketat, DAHANA mampu mempertahankan kinerja unggulnya, dan kembali menorehkan pendapatan usaha yang menggembirakan.
“Kemajuan yang diraih DAHANA, tak lepas dari peran pemegang saham, dewan komisaris, jajaran direksi, seluruh karyawan, dan kepercayaan serta loyalitas dari konsumen.”
“Oleh sebab itu, izinkan kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh yang terlibat dalam upaya memajukan DAHANA,” ujar Ahyanizzaman.
DAHANA juga mencapai 99,37% dari target Key Performance Indicator (KPI) yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro & Handayani “Grant Thornton”.
Selain itu DAHANA juga memperoleh peringkat idA-/Stable (Single A Minus; Stable Outlook) dari Lembaga Pemeringkat Pefindo.
Pendapatan usaha DAHANA di tahun 2023 terealisasi sebesar Rp3,9 triliun meningkat 118,1% dari tahun 2022 yang sebesar Rp3,3 triliun.
Pencapaian ini membuktikan bahwa DAHANA masih menjadi pemain utama dalam industri bahan peledak di tanah air.
Namun, Ahyanizzaman juga berpesan, agar insan DAHANA tidak merasa puas dengan pencapaian yang ada, mengingat iklim dunia usaha yang sangat dinamis, dan situasi global yang belum membaik.
Dia berharap, seluruh karyawan tetap menjaga semangat inovatif untuk memecahkan segala permasalahan dan tantangan bisnis, yang akhirnya akan membawa kesejahteraan kepada perusahaan, karyawan, dan stakeholder lainnya masyarakat.















