• Latest
  • Trending
World Bank Setujui Pinjaman RI USD 300 Juta

Bank Dunia: 108 Negara Terjebak Middle Income Trap

Kisah Petani Soppeng Naik Haji Usai 16 Tahun Menanti, Jual 3 Sapi Demi Berangkat

Kisah Petani Soppeng Naik Haji Usai 16 Tahun Menanti, Jual 3 Sapi Demi Berangkat

8 Tahun Kawal Jokowi, Mayor Windra Sanur Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

8 Tahun Kawal Jokowi, Mayor Windra Sanur Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

3 Perwira Hukum Pimpin Sidang Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

3 Perwira Hukum Pimpin Sidang Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat 2026, Tertua 101 Tahun

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat 2026, Tertua 101 Tahun

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Telusuri Aliran Dana THR Kepala Daerah ke Forkopimda

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bahas Masa Depan Garuda, Singgung Kesehatan Keuangan

Nelayan Kepulauan Riau Temukan Diduga Puing Pesawat di Laut

Nelayan Kepulauan Riau Temukan Diduga Puing Pesawat di Laut

Prabowo-Luhut Bertemu 4 Mata di Istana, Bahas Apa?

Prabowo-Luhut Bertemu 4 Mata di Istana, Bahas Apa?

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Kloter Perdana Haji Masuk Asrama, Terbang ke Madinah Besok

Eks Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun, Kasus Kredit Sritex Rugikan Negara Rp502 Miliar

Eks Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun, Kasus Kredit Sritex Rugikan Negara Rp502 Miliar

Api Lahap Gedung Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, 2 Pegawai Terluka

Api Lahap Gedung Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, 2 Pegawai Terluka

Ahmad Muzani Siap Perjuangkan Usulan Aceh ke Pusat

Ketua MPR Yakin IKN Jadi Ibu Kota 2028, Legislatif-Yudikatif Ikut Pindah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, April 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Bank Dunia: 108 Negara Terjebak Middle Income Trap

by Aspek
Agustus 3, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, GLOBAL
World Bank Setujui Pinjaman RI USD 300 Juta

[Bank Dunia/World Bank]

New York –  Bank Dunia (World Bank) mengatakan banyak negara terjebak dalam status berpendapatan menengah (middle income trap)  lantaran mengandalkan strategi kuno untuk beralih menjadi negara maju. 

Mengacu dari laporan World Development Report 2024: The Middle Income Trap yang dirilis pada Kamis (1/8/2024), Bank Dunia melaporkan ada 108 negara diklasifikasikan sebagai negara berpendapatan menengah pada akhir 2024. 

BacaJuga

Kisah Petani Soppeng Naik Haji Usai 16 Tahun Menanti, Jual 3 Sapi Demi Berangkat

8 Tahun Kawal Jokowi, Mayor Windra Sanur Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

3 Perwira Hukum Pimpin Sidang Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat 2026, Tertua 101 Tahun

KPK Telusuri Aliran Dana THR Kepala Daerah ke Forkopimda

Danantara Bahas Masa Depan Garuda, Singgung Kesehatan Keuangan

Advertisement. Scroll to continue reading.

Adapun, negara-negara tersebut memiliki masing-masing produk domestik bruto (PDB) per kapita tahunan dalam kisaran US$1.136-US$13.845, atau sekitar Rp18 juta-Rp224 juta. 

“Banyak negara-negara ini yang mengandalkan strategi kuno untuk menjadi negara maju. Mereka terlalu lama bergantung pada investasi—atau beralih ke inovasi sebelum waktunya,” jelas Kepala Ekonom Grup Bank Dunia dan Wakil Presiden Senior untuk Ekonomi Pembangunan, Indermit Gill, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (2/8). 

Dia menuturkan negara-negara tersebut perlu melakukan pendekatan baru. Pertama, negara berpendapatan menengah berfokus pada investasi, lalu menambah penekanan pada pemasukan teknologi baru dari luar negeri, dan terakhir menerapkan strategi tiga cabang yang menyeimbangkan investasi, pemasukan dan inovasi. 

Hal itu, lanjutnya, meningkatkan tekanan demografi, ekologi dan geopolitik, maka tidak ada ruang untuk kesalahan.  Direktur World Development Report 2024 Somik V. Lall menuturkan bahwa jalan ke depan tidak akan mudah. Namun, negara-negara mungkin membuat kemajuan bahkan dalam kondisi yang menantang pada saat ini. 

Sebagai catatan, negara-negara yang “terjebak” tersebut merupakan rumah bagi 6 miliar orang atau 75% dari populasi global, dengan dua dari setiap tiga orang hidup dalam kemiskinan ekstrem.   Negara-negara tersebut menghasilkan lebih dari 40% produk domestik bruto (PDB) global dan lebih dari 60% emisi karbon. 

Negara-negara tersebut juga menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari pendahulunya yang dapat keluar dari perangkap pendapatan menengah. Hal ini karena populasi yang menua dengan cepat, meningkatnya proteksionisme di negara-negara maju, dan kebutuhan untuk mempercepat transisi energi. 

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia kemudian mengusulkan “strategi 3i” bagi negara-negara untuk mencapai status berpendapatan tinggi. Bergantung pada tahap perkembangannya, semua negara dinilai perlu mengadopsi campuran kebijakan yang berurutan dan semakin canggih. 

“Korea Selatan menjadi contoh dalam ketiga fase strategi 3i. Pada 1960, pendapatan per kapita negara tersebut hanya sebesar US$1.200 dan pada akhid 2023 angka tersebut meningkat menjadi US$33.000,” tulis Bank Dunia.

Komentar
Share64Tweet40SendShareShare11Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Menteri AHY Kembali Gandeng World Bank Sukseskan Program ILASP

Menteri AHY Kembali Gandeng World Bank Sukseskan Program ILASP

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima audiensi dari World Bank...

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bank Dunia: Harga Beras di RI Paling Mahal se-ASEAN

Bank Dunia (World Bank) menyebut harga beras di Indonesia paling mahal dibandingkan negara tetangga seperti di Filipina, Vietnam hingga Thailand....

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF & Bank Dunia: Risiko Resesi Global Meningkat

Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) memperingatkan peningkatan risiko resesi global karena ekonomi maju melambat dan inflasi...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Kisah Petani Soppeng Naik Haji Usai 16 Tahun Menanti, Jual 3 Sapi Demi Berangkat

Kisah Petani Soppeng Naik Haji Usai 16 Tahun Menanti, Jual 3 Sapi Demi Berangkat

8 Tahun Kawal Jokowi, Mayor Windra Sanur Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

8 Tahun Kawal Jokowi, Mayor Windra Sanur Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

3 Perwira Hukum Pimpin Sidang Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

3 Perwira Hukum Pimpin Sidang Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat 2026, Tertua 101 Tahun

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat 2026, Tertua 101 Tahun

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In