• Latest
  • Trending
Pengamat: Jatuhnya Pesawat ATR di Maros Bukan Hanya karena Cuaca

Pengamat: Jatuhnya Pesawat ATR di Maros Bukan Hanya karena Cuaca

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi

Tarif Transjakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta Akan Naik Mulai 1 Januari 2027

Dudung Sidak Dapur MBG di Jakbar, Temukan Belatung hingga Area Kotor

Kejagung: Satu Perwira TNI Aktif Tersangka Kasus Korupsi MBG

Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara Terkait Kasus Penipuan

Presiden Prabowo Copot Wakil Gubernur Babel Buntut Kasus Ijazah Palsu

Aliansi Serikat MEPS dan Manajemen Pelindo Bahas Program Transformasi dan Penataan Peran Pelindo Grup

Aliansi Serikat MEPS dan Manajemen Pelindo Bahas Program Transformasi dan Penataan Peran Pelindo Grup

3 Nama dari PDIP Masuk Kabinet Prabowo-Gibran? Begini Jawaban Dasco

Dasco Bertemu 3 Petinggi OJK, Ini yang Dibahas

Kasus Tambang Murung Raya, Samin Tan Resmi Jadi Tersangka

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Tertekan Sepanjang Perdagangan, Ditutup Turun 0,43%

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

Menteri Zulhas: Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta/Bulan

Bareskrim Ungkap Lima Laboratorium Narkoba Rahasia di Indonesia 

Prabowo Minta Kampus Kembangkan Konsep Rehabilitasi Narkoba

Hitung Kerugian Negara Kasus Jiwasraya, BPK Butuh Waktu 2 Bulan

DPD RI Rekomendasikan 10 Nama Calon Anggota BPK ke DPR RI

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara

Menteri Trenggono Resmi Larang Ekspor Benih Lobster

Menteri Trenggono Pindahkan Pelabuhan Ikan dari Benoa ke PPN Pengamben

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pengamat: Jatuhnya Pesawat ATR di Maros Bukan Hanya karena Cuaca

by Muhammad Fadhil
Januari 17, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Pengamat: Jatuhnya Pesawat ATR di Maros Bukan Hanya karena Cuaca

Pesawat ATR. Foto: Liputan6

Insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, dinilai tidak bisa langsung disimpulkan disebabkan oleh faktor cuaca.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menegaskan kondisi cuaca pada saat kejadian tidak menunjukkan gangguan ekstrem, karena penerbangan lain yang menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) tetap dapat mendarat tanpa kendala berarti.

Gerry menjelaskan, apabila cuaca benar-benar menjadi penyebab utama kecelakaan, seharusnya pesawat lain yang mendarat di bandara yang sama dan pada waktu berdekatan juga mengalami masalah. Namun faktanya, penerbangan lain tetap berjalan normal.

BacaJuga

Tarif Transjakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta Akan Naik Mulai 1 Januari 2027

Kejagung: Satu Perwira TNI Aktif Tersangka Kasus Korupsi MBG

Presiden Prabowo Copot Wakil Gubernur Babel Buntut Kasus Ijazah Palsu

Aliansi Serikat MEPS dan Manajemen Pelindo Bahas Program Transformasi dan Penataan Peran Pelindo Grup

Dasco Bertemu 3 Petinggi OJK, Ini yang Dibahas

Kejagung Tetapkan Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG

“Cuaca dengan sendirinya tidak mungkin jadi penyebab. Pesawat-pesawat lain masuk ke UPG di jam tersebut tidak mengalami kendala,” ujar Gerry, dilansir dari Liputan6.com, Sabtu (17/1).

Menurut dia, cuaca buruk bersifat relatif dan harus dilihat dalam konteks operasional penerbangan secara keseluruhan. Ia menilai, jika kondisi cuaca benar-benar ekstrem, dampaknya akan dirasakan oleh lebih dari satu pesawat.

“Kalau cuacanya ekstrem, pasti akan ada pesawat lain yang mengalami gangguan saat pendaratan. Apakah ada? Tidak,” katanya.

Selain cuaca, Gerry juga menyoroti faktor komunikasi dan sistem penerbangan. Ia menyebutkan, alat komunikasi pada saat itu dinilai memadai dan tidak ada laporan gangguan dari penerbangan lain. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa penyebab kecelakaan tidak berdiri pada satu faktor saja.

“Alat komunikasinya memadai, dan penerbangan lain tidak bermasalah. Kalau cuaca disebut jadi masalah, kembali lagi, harus dilihat apakah memang ekstrem atau tidak,” ujar dia.

Gerry menekankan, dalam setiap kecelakaan pesawat, biasanya terdapat lebih dari satu faktor yang saling berkaitan. Karena itu, ia meminta agar publik menunggu hasil investigasi resmi dari otoritas terkait untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya pesawat ATR di Maros.

Sebelumnya, sebuah pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026).

Informasi hilangnya kontak pesawat tersebut diterima sekitar pukul 13.17 WITA. Pesawat diduga berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Kepala Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar, membenarkan informasi tersebut dan memastikan tim SAR telah bergerak menuju titik koordinat hilangnya kontak pesawat.

“Tim saat ini dalam perjalanan. Kami menerima laporan dari GM AirNav Makassar, Bapak Kristanto, terkait hilangnya kontak pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport yang sedang dalam rute Yogyakarta menuju Makassar,” ujar Hamsidar.

Berdasarkan data sementara, pesawat tersebut mengangkut total 11 orang yang terdiri dari 8 orang kru dan 3 orang penumpang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi yang diperkirakan menjadi titik hilangnya kontak pesawat.

“Tim sudah dalam perjalanan, Kansar Makassar telah menggerakkan 15 personel tim rescue untuk melakukan operasi pencarian awal,” terangnya.

Selain personel, Basarnas Makassar juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung guna menunjang operasi pencarian.

“Peralatan yang kami turunkan meliputi satu unit mobil truk personel, satu unit rescue car, serta satu unit drone untuk pemantauan udara,” tambah Hamsidar. []

Komentar
Share23Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi

Tarif Transjakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta Akan Naik Mulai 1 Januari 2027

  ASPEK,.ID, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menaikkan tarif Transjakarta, Transjabodetabek, dan LRT Jakarta, mulai 1 Januari...

Dudung Sidak Dapur MBG di Jakbar, Temukan Belatung hingga Area Kotor

Kejagung: Satu Perwira TNI Aktif Tersangka Kasus Korupsi MBG

  JAKARTA -- Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan Kolonel Cpl Budi Utomo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola...

Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara Terkait Kasus Penipuan

Presiden Prabowo Copot Wakil Gubernur Babel Buntut Kasus Ijazah Palsu

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mencopot atau memberhentikan sementara Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hellyana dari jabatannya. Keputusan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In